Xiaomi-Robotika-0: Robot Cerdas Open Source dengan Akurasi 99%
- Rita Puspita Sari
- •
- 14 jam yang lalu
Ilustrasi Xiaomi Robotika 0
Xiaomi kembali membuat gebrakan di dunia teknologi. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok tersebut resmi mengumumkan model robot open source pertamanya yang diberi nama Xiaomi-Robotika-0. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Xiaomi, Lei Jun, sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperluas inovasi ke bidang robotika cerdas.
Berbeda dengan banyak perusahaan teknologi lain yang memilih menutup rapat sistem perangkat lunak robot mereka, Xiaomi justru mengambil pendekatan terbuka. Xiaomi-Robotika-0 dirilis sebagai proyek open source, sehingga peneliti, pengembang, hingga komunitas robotika global dapat mengakses, mempelajari, dan mengembangkan sistem tersebut sesuai kebutuhan mereka. Dalam rilisnya, Xiaomi menyediakan kode komputer serta model matematika yang dapat diunduh dan digunakan pada berbagai jenis perangkat keras robot.
Dirancang untuk Memahami dan Berinteraksi dengan Dunia Nyata
Xiaomi-Robotika-0 dirancang sebagai model utama (foundation model) yang membantu robot memahami lingkungan alami serta berinteraksi secara lebih cerdas dengan objek di sekitarnya. Sistem ini mengadopsi desain arsitektur khusus yang memisahkan fungsi “berpikir” dan “bergerak”. Dengan kata lain, terdapat modul yang berperan sebagai otak untuk memproses instruksi dan mengambil keputusan, serta modul terpisah yang mengendalikan gerakan fisik robot.
Pendekatan ini memungkinkan robot tidak hanya memahami perintah berbasis bahasa, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam aksi fisik yang presisi. Model tersebut dibangun di atas fondasi model bahasa Qwen3, yang telah disesuaikan untuk kebutuhan robotika. Integrasi model bahasa membuat robot mampu memahami instruksi kompleks dalam bentuk teks atau perintah verbal, sekaligus mengaitkannya dengan konteks visual yang ditangkap melalui sensor dan kamera.
Dilatih dengan Ratusan Juta Data Gerakan
Untuk mencapai kemampuan tersebut, Xiaomi melakukan pelatihan dalam skala besar. Model ini dilatih menggunakan sekitar 200 juta data gerakan robot yang berbeda. Selain itu, lebih dari 80 juta contoh gambar dan teks generik juga digunakan untuk memperkaya pemahaman visual dan linguistik sistem.
Pelatihan ekstensif ini memungkinkan robot mengembangkan pemahaman kontekstual yang lebih dalam. Robot tidak hanya mengenali objek, tetapi juga memahami bagaimana cara berinteraksi dengan objek tersebut. Misalnya, robot dapat mengenali perbedaan antara memegang gelas dan melipat kain, serta menyesuaikan gaya gerakannya sesuai dengan karakteristik benda yang dihadapi.
Dengan basis data sebesar itu, Xiaomi-Robotika-0 mampu merencanakan tindakan fisik dengan tingkat presisi tinggi. Robot dapat memprediksi langkah berikutnya sebelum gerakan sebelumnya selesai, sehingga pergerakan menjadi lebih halus dan efisien.
Mengatasi Masalah “Berhenti untuk Berpikir”
Salah satu tantangan umum dalam robotika adalah fenomena “pause and act”, di mana robot berhenti sejenak untuk memproses informasi sebelum melakukan gerakan berikutnya. Hal ini sering kali membuat pergerakan robot terlihat kaku dan tidak alami.
Xiaomi mengklaim telah mengatasi masalah tersebut melalui teknik yang disebut “masker lambda”. Teknik ini memungkinkan robot tetap merencanakan langkah selanjutnya sambil menyelesaikan tindakan yang sedang berlangsung. Dengan demikian, robot dapat bergerak lebih lancar tanpa kehilangan kemampuan untuk merespons informasi visual baru secara cepat.
Pendekatan ini membuat robot lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan secara real time. Jika muncul objek baru atau terjadi perubahan posisi benda, sistem dapat segera menyesuaikan rencana gerak tanpa harus menghentikan seluruh proses.
Performa Tinggi dalam Pengujian
Dalam pengujian berbasis simulasi komputer, Xiaomi-Robotika-0 menunjukkan performa yang sangat impresif. Pada tolok ukur LIBERO, sistem ini mencatat tingkat keberhasilan hampir 99 persen. Angka tersebut dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan banyak model pesaing di kategori serupa.
Capaian ini menunjukkan bahwa model tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga efektif dalam skenario pengujian terstandarisasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan manipulasi dan perencanaan robot.
Namun Xiaomi tidak berhenti pada simulasi. Perusahaan juga mendemonstrasikan kemampuan robot dalam kondisi dunia nyata. Hasilnya, robot mampu menyelesaikan berbagai tugas kompleks dengan tingkat ketelitian yang menyerupai keterampilan manusia.
Mampu Membongkar Lego dan Melipat Handuk
Dalam demonstrasi publik, robot berbasis Xiaomi-Robotika-0 terlihat mampu membongkar struktur Lego kompleks yang terdiri hingga 20 keping. Tugas ini membutuhkan koordinasi visual dan motorik yang presisi, karena setiap keping harus dilepas tanpa merusak susunan lainnya.
Selain itu, robot juga diperlihatkan melipat handuk dengan gerakan yang halus dan sistematis. Menariknya, robot mampu melempar atau menggoyangkan handuk untuk menemukan sudut yang tersembunyi sebelum melipatnya dengan rapi. Jika secara tidak sengaja mengambil dua handuk sekaligus, robot dapat mengenali kesalahan tersebut dan mengembalikan satu handuk sebelum melanjutkan proses.
Kemampuan ini menunjukkan tingkat pemahaman situasional yang lebih tinggi dibandingkan generasi robot sebelumnya. Robot tidak sekadar mengikuti instruksi linear, tetapi mampu mendeteksi kesalahan dan melakukan koreksi secara mandiri.
Mendorong Ekosistem Robotika Terbuka
Keputusan Xiaomi untuk merilis model ini sebagai open source dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan inovasi di bidang robotika. Dengan membuka akses terhadap kode dan model matematika, Xiaomi memberi kesempatan kepada universitas, laboratorium penelitian, startup, hingga pengembang independen untuk membangun solusi robotik yang lebih canggih.
Pendekatan ini berpotensi mempercepat kolaborasi global dalam pengembangan robot layanan, robot industri, hingga robot rumah tangga. Jika ekosistem berkembang dengan cepat, bukan tidak mungkin robot cerdas akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Langkah Xiaomi ini juga menegaskan ambisi perusahaan untuk tidak hanya dikenal sebagai produsen ponsel dan perangkat elektronik konsumen, tetapi juga sebagai pemain utama dalam revolusi kecerdasan buatan dan robotika.
Dengan Xiaomi-Robotika-0, perusahaan menunjukkan bahwa masa depan robot cerdas bukan sekadar konsep futuristik, melainkan realitas yang mulai terwujud—dan kini dapat diakses serta dikembangkan oleh siapa saja melalui pendekatan open source.
