Alibaba Rilis Qwen 3.5, Siap Masuki Era AI Agen
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Alibaba Qwen
Raksasa teknologi asal Tiongkok, Alibaba, kembali mengguncang industri Artificial Intelligence (AI) dengan meluncurkan model terbaru bernama Qwen 3.5 pada hari Senin. Model ini dirancang untuk memasuki apa yang disebut sebagai era “agentic AI”, yaitu fase baru perkembangan AI di mana sistem tidak lagi sekadar memberikan jawaban, tetapi mampu bertindak secara mandiri dalam menjalankan tugas-tugas kompleks.
Dalam pengumumannya, Alibaba mengklaim Qwen 3.5 menghadirkan lompatan signifikan dari sisi performa dan efisiensi biaya. Perusahaan menyebut model ini 60 persen lebih murah untuk digunakan dibandingkan versi sebelumnya, sekaligus delapan kali lebih mumpuni dalam menangani beban kerja besar. Peningkatan ini menjadi sorotan utama, mengingat efisiensi komputasi dan biaya operasional merupakan faktor krusial dalam adopsi AI di tingkat perusahaan.
Peluncuran Qwen 3.5 juga menjadi bagian dari strategi Alibaba untuk memperkuat posisi aplikasi chatbot Qwen di pasar domestik Tiongkok. Saat ini, persaingan di sektor tersebut terbilang sengit. Pasar chatbot AI di negeri tersebut didominasi oleh ByteDance melalui aplikasi Doubao, serta DeepSeek yang tahun lalu mencuri perhatian dunia setelah berhasil menembus pasar global secara signifikan.
Salah satu fitur unggulan Qwen 3.5 adalah kemampuan yang disebut sebagai “visual agentic capabilities”. Dengan teknologi ini, AI tidak hanya memberikan respons berbasis teks, tetapi juga mampu mengambil tindakan langsung di berbagai aplikasi mobile maupun desktop. Artinya, sistem dapat menjalankan perintah lintas aplikasi secara otomatis, seperti mengisi formulir, mengatur jadwal, atau melakukan proses tertentu tanpa intervensi manual yang rumit. Inilah yang menjadi fondasi konsep AI agen—AI yang bertindak layaknya asisten digital mandiri.
Alibaba menegaskan bahwa Qwen 3.5 dibangun untuk membantu pengembang dan pelaku bisnis bergerak lebih cepat dengan sumber daya komputasi yang sama. Perusahaan mengklaim model ini menetapkan standar baru dalam rasio kemampuan terhadap biaya komputasi (inference cost), sebuah indikator penting yang menentukan seberapa efisien model AI dalam memproses perintah.
Tak hanya Alibaba, pesaing utamanya, ByteDance, juga bergerak cepat. Pada akhir pekan lalu, ByteDance merilis Doubao 2.0, versi terbaru dari chatbot yang kini memiliki basis pengguna terbesar di Tiongkok, mendekati 200 juta pengguna. Sejalan dengan Alibaba, ByteDance juga memosisikan produk barunya sebagai solusi yang siap memasuki era AI agen. Hal ini menandakan bahwa persaingan tidak lagi sekadar pada kualitas jawaban, tetapi pada kemampuan AI untuk bertindak dan mengeksekusi tugas.
Langkah Alibaba memperbarui modelnya dinilai tepat waktu. Awal bulan ini, perusahaan e-commerce tersebut sukses menggelar kampanye pembagian kupon yang mendorong konsumen membeli makanan dan minuman langsung melalui chatbot Qwen. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan jumlah pengguna aktif hingga tujuh kali lipat, meski sempat diwarnai gangguan teknis. Momentum ini memberi dorongan tambahan bagi adopsi Qwen 3.5 di pasar domestik.
Sebelumnya, Alibaba juga dikenal sebagai salah satu perusahaan yang cepat merespons lonjakan popularitas DeepSeek tahun lalu. Ketika startup tersebut meraih perhatian global, Alibaba merilis Qwen 2.5-Max dan mengklaim model itu mampu menandingi bahkan melampaui performa salah satu model unggulan DeepSeek.
Dalam pengumuman Qwen 3.5 kali ini, Alibaba memang tidak secara langsung menyebut DeepSeek. Namun, perusahaan mempublikasikan sejumlah hasil uji coba (benchmark) yang menunjukkan model barunya mengungguli versi sebelumnya serta beberapa model AI ternama dari Amerika Serikat, yakni GPT-5.2, Claude Opus 4.5, dan Gemini 3 Pro.
Di sisi lain, DeepSeek dilaporkan tengah bersiap meluncurkan model generasi terbaru dalam waktu dekat. Kabar ini memicu antisipasi di kalangan investor dan pelaku industri, mengingat setahun lalu kehadiran DeepSeek sempat memicu gejolak di pasar saham teknologi global.
Dengan semakin ketatnya persaingan, era AI agen tampaknya akan menjadi medan pertempuran baru bagi raksasa teknologi Tiongkok dan Amerika Serikat. Qwen 3.5 menjadi bukti bahwa Alibaba tidak ingin tertinggal dalam perlombaan tersebut, sekaligus menegaskan ambisinya untuk menjadi pemain utama dalam lanskap AI global yang terus berkembang pesat.
