Salesforce Ungkap Arah Baru Layanan Kesehatan Berbasis AI


Joshua Prayogi Angki, Senior Solution Engineer Salesforce

Joshua Prayogi Angki, Senior Solution Engineer Salesforce

Transformasi digital di sektor kesehatan kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar memindahkan data ke sistem digital, tetapi membangun layanan kesehatan yang cerdas, terintegrasi, dan berpusat pada pasien.

Dalam forum  Data & AI Conference 2026, Joshua Prayogi Angki, Senior Solution Engineer dari Salesforce, memaparkan road map menuju scalable agentic healthcare provider, sebuah konsep layanan kesehatan berbasis AI yang mampu beradaptasi, mengambil keputusan kontekstual, dan bekerja selaras dengan tenaga medis.

Menurut Joshua, tantangan terbesar sektor kesehatan saat ini bukan kekurangan teknologi, melainkan kompleksitas sistem yang sudah ada. Banyak institusi masih bergantung pada sistem lama yang terpisah-pisah, data yang tidak saling terhubung, serta proses administrasi manual yang memakan waktu.

“Banyak organisasi kesehatan menghadapi siloed legacy systems, tingkat kepercayaan data yang rendah, pengalaman layanan yang berulang, dan manajemen perubahan yang lambat,” kata Joshua.

Ia menambahkan, sekitar 64 persen pemimpin senior di sektor kesehatan mengakui bahwa kualitas dan kesiapan data menjadi penghambat utama adopsi AI.

 

AI Dipercaya Tingkatkan Layanan Pasien

Di sisi lain, optimisme terhadap AI justru semakin menguat. Lebih dari 75 persen pimpinan layanan kesehatan percaya bahwa pemanfaatan AI akan meningkatkan pengalaman pasien sekaligus memperbaiki hasil perawatan. Namun, potensi ini hanya dapat diwujudkan jika AI didukung tata kelola data yang kuat, sistem yang saling terhubung, serta pendekatan yang aman dan bertanggung jawab.

Salesforce, mencoba menjawab tantangan tersebut dengan membangun pengalaman kesehatan yang lebih cerdas (intelligent health experiences). Pendekatan ini dirancang untuk memberdayakan pasien dan tenaga kesehatan, mendorong kolaborasi lintas layanan, serta membentuk tim yang lebih lincah dalam merespons perubahan.

Solusi yang ditawarkan mencakup berbagai lapisan layanan kesehatan. Di tingkat regulator dan kementerian, Salesforce mendukung interoperabilitas data, kredensialisasi tenaga kesehatan, perizinan, hingga analitik operasional. Sementara di level operasional, platform ini dapat digunakan untuk call center, virtual concierge, sistem rujukan dan penjadwalan, hingga manajemen daftar tunggu pasien.

Joshua Prayogi Angki, Senior Solution Engineer Salesforce

Menghubungkan EMR dengan Pengalaman Pasien

Salesforce juga menekankan bahwa transformasi digital tidak berarti mengganti sistem medis yang sudah ada. Electronic Medical Record (EMR) tetap berfungsi sebagai system of record, sementara Salesforce berperan sebagai system of engagement yang menghubungkan pasien di seluruh perjalanan layanan, dari sebelum, selama, hingga setelah perawatan.

Dengan integrasi tersebut, pasien dapat menerima layanan yang lebih personal dan konsisten di berbagai kanal, sementara tenaga medis memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi pasien. Melalui Health Cloud, seluruh data pasien dikonsolidasikan dalam tampilan pasien 360°, termasuk informasi klinis dari EMR dan EHR yang terintegrasi menggunakan standar HL7 dan FHIR. 

“Bukan hanya data medis, tetapi juga konteks sosial dan pengalaman pasien yang kami satukan. Tujuannya agar tenaga kesehatan bisa mengambil keputusan dengan pemahaman yang utuh,” ujar Joshua.

Salah satu dampak terbesar dari pendekatan ini adalah pengurangan beban administratif tenaga kesehatan. Sistem data yang terpisah dan proses manual selama ini membuat tenaga medis kewalahan. Dengan kombinasi AI, data, dan otomasi, Salesforce mendorong proses yang lebih efisien, kolaboratif, dan terukur.

Platform ini dirancang untuk digunakan oleh berbagai peran, mulai dari warga, analis, pekerja sosial, hingga pimpinan organisasi. Seluruhnya terhubung dalam satu tampilan terpadu yang menggambarkan individu, keluarga, komunitas, dan tim perawatan secara menyeluruh.

 

Studi Kasus Ontario

Keberhasilan konsep ini telah diterapkan di Kanada melalui Ontario Ministry of Health. Pemerintah Ontario membangun sistem manajemen vaksin yang terpusat, tepercaya, dan skalabel untuk mendukung kesehatan publik.

Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data real-time dan digunakan oleh lebih dari 70.000 tenaga kesehatan. Infrastruktur digital tersebut terbukti adaptif, tidak hanya saat pandemi COVID-19, tetapi juga untuk program vaksinasi rutin di masa depan.

“Platform ini membuat kami bisa bergerak cepat dan tetap efektif, bahkan dalam situasi krisis,” ungkap Karen Hay, Director of Public Health and IT Solutions Ontario.

 

Menuju Layanan Kesehatan yang Lebih Manusiawi

Melalui Agentforce Health, Salesforce menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kesehatan yang aman, patuh regulasi, dan berkelanjutan. Platform ini dirancang untuk melindungi data kesehatan pribadi, memastikan interoperabilitas, serta mendukung standar kepatuhan internasional.

Joshua menutup sesi dengan menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat. Fokus utama tetap pada pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Ketika data, AI, dan otomasi bekerja bersama, kita bisa membangun layanan kesehatan yang lebih manusiawi, efektif, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait