Pakai Wearable dan AI, Pasien Adiksi Dipantau 24 Jam


Teknologi di Bidang Kesehatan 2

Teknologi di Bidang Kesehatan

Epidemi opioid masih menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat global, terutama di Amerika Serikat. Data federal menunjukkan bahwa pada 2018 sekitar 10,3 juta penduduk berusia 12 tahun ke atas terlibat dalam penyalahgunaan opioid. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah West Virginia, negara bagian dengan tingkat kematian akibat overdosis tertinggi di AS. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari pendekatan baru yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga preventif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi antara VeeOne Health, Social Mobile, dan KORE menghadirkan terobosan inovatif dalam mendukung kebijakan pengendalian narkoba di West Virginia. Ketiga organisasi ini mengembangkan solusi teknologi yang bertujuan menekan tingkat kekambuhan pada individu yang tengah menjalani pemulihan dari gangguan penggunaan zat atau Substance Use Disorder (SUD). Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada teknologi canggih, tetapi juga pada aspek empati dan pendampingan manusia.

Salah satu fokus utama dari kemitraan ini adalah sistem CravAlert milik VeeOne Health. CravAlert merupakan solusi pemantauan jarak jauh yang dirancang untuk membantu pasien melewati fase paling kritis dalam proses pemulihan, yaitu masa transisi dari perawatan intensif di fasilitas kesehatan menuju reintegrasi kembali ke kehidupan bermasyarakat. Fase ini dikenal memiliki risiko tinggi terhadap munculnya keinginan kuat untuk menggunakan zat kembali, kecemasan berlebih, hingga potensi overdosis.

 

Tantangan Pemulihan di Wilayah Berisiko Tinggi

Studi kasus SUD di West Virginia mengungkap berbagai tantangan nyata di lapangan. Pasien yang sebelumnya berada dalam lingkungan perawatan terstruktur sering kali kesulitan mempertahankan stabilitas emosional dan fisiologis ketika kembali ke lingkungan sosial yang penuh tekanan. Tanpa pemantauan yang memadai, tanda-tanda awal kekambuhan sering terlewat hingga terlambat ditangani.

CravAlert sendiri awalnya menghadapi kendala besar dari sisi perangkat keras. Penggunaan perangkat kelas konsumen seperti ponsel pintar premium dinilai kurang ideal untuk uji klinis jangka panjang. Selain harganya yang mahal, perangkat tersebut juga memiliki siklus pembaruan sistem yang kompleks, variasi sistem operasi yang menyulitkan pengelolaan, serta ketersediaan produk yang tidak selalu konsisten.

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah konektivitas. Wilayah pedesaan West Virginia memiliki cakupan jaringan seluler yang tidak merata. Ketergantungan pada satu operator sering menyebabkan pengiriman data terputus, sehingga pemantauan pasien menjadi tidak andal. Selain itu, gangguan koneksi antara perangkat pemantau fisiologis dan perangkat genggam juga kerap menunda pengiriman peringatan penting.

Dari sisi operasional, layanan terkelola yang belum optimal memperlambat efektivitas program. Proses distribusi perangkat awal memakan waktu, prosedur pembersihan perangkat yang digunakan ulang belum efisien, dan redeployment perangkat yang lambat menyebabkan penurunan produktivitas layanan.

 

Solusi Terintegrasi Berbasis Teknologi dan Empati

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, VeeOne Health mengembangkan CravAlert sebagai sistem intervensi terpadu. Sistem ini memadukan teknologi wearable, machine learning, dan Peer Recovery Specialist (PRSS). Melalui analisis data fisiologis secara real-time, CravAlert mampu mendeteksi tanda-tanda awal risiko kekambuhan dan mengirimkan peringatan prediktif kepada pendamping pasien.

Komponen utama sistem ini adalah VivaLink Biopatch, sebuah perangkat wearable yang dikenakan pasien untuk memantau parameter fisiologis penting seperti detak jantung, laju pernapasan, variabilitas detak jantung (HRV), dan suhu kulit. Dengan daya tahan baterai yang panjang, desain yang dapat digunakan kembali, serta konektivitas Bluetooth yang stabil, Biopatch memastikan data terkumpul secara konsisten tanpa mengganggu aktivitas harian pasien.

Sebagai penghubung antara Biopatch dan platform analitik CravAlert, digunakan perangkat RHINO C6 dari Social Mobile. Perangkat Android khusus ini dirancang untuk kebutuhan enterprise dan sektor kesehatan, dengan ketahanan tinggi, ketersediaan jangka panjang, serta biaya kepemilikan yang lebih rendah dibandingkan perangkat konsumen. Keandalan dan keamanan RHINO C6 menjadikannya pilihan ideal untuk lingkungan klinis yang menuntut stabilitas jangka panjang.

Sementara itu, KORE berperan penting dalam memastikan konektivitas tetap terjaga melalui teknologi OmniSIM. Solusi multi-jaringan ini memungkinkan perangkat terhubung ke berbagai operator seluler, sehingga transmisi data tetap berjalan lancar meski pasien berada di wilayah terpencil. Selain konektivitas, KORE juga menyediakan layanan terkelola yang mencakup seluruh siklus hidup perangkat, mulai dari penyediaan dan aktivasi hingga pembersihan dan penggunaan ulang.

 

Dampak Nyata bagi Pasien dan Sistem Kesehatan

Hasil dari implementasi solusi ini menunjukkan dampak yang signifikan. Program mencatat penurunan hingga 67 persen pada peringatan stres dan kecemasan, yang diikuti dengan penurunan keinginan menggunakan zat serta kejadian kekambuhan. Keandalan data meningkat hingga 95 persen berkat konektivitas OmniSIM, sementara efisiensi operasional membaik dengan berkurangnya waktu menganggur perangkat sebesar 30 persen.

Dari sisi biaya, daya tahan RHINO C6 menurunkan kebutuhan perbaikan dan penggantian perangkat hingga 20 persen, serta menekan biaya operasional keseluruhan hingga 25 persen. Akurasi prediksi risiko kekambuhan melalui machine learning juga meningkat hingga 80 persen, memungkinkan intervensi dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Lebih dari sekadar angka, teknologi ini memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup pasien. Pemantauan berkelanjutan dan intervensi tepat waktu membantu pasien merasa lebih aman dan didukung selama proses pemulihan. Ke depan, desain modular sistem CravAlert membuka peluang penerapan dalam skala yang lebih luas, termasuk integrasi dengan program pembiayaan kesehatan seperti Medicaid, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak komunitas yang membutuhkan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait