OpenAI Rilis ChatGPT Work, Bisa Bikin Dokumen hingga Website
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Tampilan ChatGPT Work.(OpenAI)
OpenAI kembali memperluas kemampuan platform kecerdasan buatannya dengan meluncurkan ChatGPT Work, sebuah agen AI yang dirancang khusus untuk membantu berbagai aktivitas profesional di lingkungan kerja. Kehadiran fitur terbaru ini memungkinkan pengguna memanfaatkan AI untuk menyusun dokumen, membuat presentasi, mengolah data, hingga mengotomatisasi berbagai pekerjaan rutin yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.
Peluncuran ChatGPT Work menjadi salah satu langkah terbesar OpenAI dalam mengubah ChatGPT dari sekadar chatbot menjadi asisten kerja digital yang mampu menangani beragam kebutuhan bisnis. Dengan dukungan keluarga model AI terbaru GPT-5.6, OpenAI mengklaim layanan ini mampu menghasilkan pekerjaan yang lebih akurat, lebih terstruktur, dan membutuhkan instruksi atau prompt yang jauh lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang OpenAI untuk menghadirkan satu platform AI terpadu yang menggabungkan berbagai kemampuan, termasuk ChatGPT, Codex, dan teknologi AI lainnya. Jika Codex lebih berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan aktivitas pemrograman, ChatGPT Work dirancang untuk menjawab kebutuhan pekerja kantoran, analis, manajer proyek, konsultan, hingga tim operasional.
Dirancang untuk Produktivitas Profesional
ChatGPT Work hadir sebagai asisten digital yang dapat membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan administrasi maupun kolaborasi secara lebih efisien. AI ini mampu membuat laporan, menyusun proposal bisnis, menghasilkan ringkasan rapat, mengolah data, hingga menyusun presentasi berdasarkan informasi yang diberikan pengguna.
OpenAI menjelaskan bahwa model GPT-5.6 yang menjadi otak di balik ChatGPT Work memiliki kemampuan memahami konteks pekerjaan lebih baik dibandingkan model sebelumnya. AI juga dapat mengikuti gaya penulisan, format dokumen, maupun template yang biasa digunakan oleh perusahaan atau individu.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak perlu lagi memberikan instruksi yang panjang dan rinci. AI dapat memahami pola kerja yang telah digunakan sebelumnya sehingga proses penyelesaian tugas menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain menghasilkan dokumen, ChatGPT Work juga mampu menyusun analisis data serta membuat presentasi yang lebih matang hanya berdasarkan arahan singkat dari pengguna. Hal ini diharapkan dapat menghemat waktu dalam proses penyusunan materi rapat maupun laporan bisnis.
Plan Mode, AI yang Menyusun Strategi Sebelum Bekerja
Salah satu fitur baru yang menjadi andalan ChatGPT Work adalah Plan Mode. Berbeda dengan chatbot biasa yang langsung menjalankan perintah, fitur ini membuat AI terlebih dahulu memahami tujuan pengguna sebelum mulai bekerja.
Dalam Plan Mode, ChatGPT akan mengumpulkan berbagai konteks yang diperlukan, menyusun rencana pengerjaan secara sistematis, kemudian menampilkan rencana tersebut kepada pengguna untuk mendapatkan persetujuan.
Pendekatan ini memberikan transparansi lebih tinggi dalam penggunaan AI. Pengguna dapat meninjau langkah-langkah yang akan dilakukan, melakukan perubahan bila diperlukan, atau memberikan instruksi tambahan sebelum AI menjalankan tugas.
Dengan mekanisme tersebut, risiko kesalahan akibat interpretasi yang kurang tepat dapat diminimalkan, terutama untuk pekerjaan yang melibatkan banyak dokumen atau proses yang kompleks.
Terhubung dengan Lebih dari 1.400 Plugin
Keunggulan lain ChatGPT Work adalah kemampuannya terintegrasi dengan lebih dari 1.400 plugin dan layanan pihak ketiga. Pengguna cukup mengetik simbol "@" ketika sedang menggunakan ChatGPT untuk menghubungkan AI dengan berbagai aplikasi kerja yang telah digunakan sehari-hari.
Integrasi tersebut mencakup berbagai layanan populer seperti Slack, Google Drive, Notion, GitHub, serta berbagai platform produktivitas lainnya.
Melalui koneksi tersebut, ChatGPT dapat mengambil informasi yang diperlukan dari berbagai sumber, membantu menyusun laporan berdasarkan data terbaru, hingga mempermudah kolaborasi lintas aplikasi tanpa harus berpindah-pindah platform.
Kemampuan ini menjadikan ChatGPT Work tidak hanya berfungsi sebagai chatbot, tetapi juga sebagai pusat produktivitas yang mampu menghubungkan berbagai sistem kerja dalam satu antarmuka.
Bisa Membuat Website dan Aplikasi Web Sederhana
OpenAI juga memperkenalkan fitur baru bernama Sites yang memperluas kemampuan ChatGPT Work. Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta AI membuat berbagai aplikasi web sederhana maupun situs internal tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam.
Beberapa contoh yang dapat dibuat melalui Sites antara lain dashboard bisnis, pelacak proyek, kalender peluncuran produk, portal internal perusahaan, hingga laporan interaktif yang dapat dibagikan kepada anggota tim.
Fitur ini diharapkan dapat membantu perusahaan maupun individu yang membutuhkan solusi digital sederhana tanpa harus mengembangkan aplikasi dari nol. Dengan memanfaatkan kemampuan GPT-5.6, proses pembuatan aplikasi web menjadi lebih cepat karena AI dapat menghasilkan struktur, tampilan, sekaligus fungsi dasar sesuai kebutuhan pengguna.
Dilengkapi Browser Bawaan dan Computer Use
Untuk pengguna aplikasi desktop di Windows maupun macOS, ChatGPT Work juga memperoleh peningkatan signifikan melalui hadirnya browser bawaan serta fitur computer use. Kemampuan ini memungkinkan AI berinteraksi langsung dengan aplikasi desktop maupun browser sesuai izin yang diberikan pengguna.
Sebagai contoh, ChatGPT dapat membuka dokumen, berpindah antar aplikasi, membantu mengatur file, hingga melakukan beberapa proses otomatis yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.
Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa seluruh aktivitas tersebut tetap berada di bawah kendali pengguna. Pengguna dapat menentukan izin akses yang diberikan kepada AI, termasuk memilih kapan AI boleh menjalankan suatu tindakan secara otomatis dan kapan harus meminta persetujuan terlebih dahulu.
Pendekatan tersebut dirancang untuk menjaga keamanan data sekaligus memastikan pengguna tetap memiliki kontrol penuh terhadap aktivitas AI.
Pekerjaan Bisa Dijadwalkan Otomatis
Fitur lain yang turut diperkenalkan adalah Task Scheduling. Melalui kemampuan ini, pengguna dapat menjadwalkan berbagai pekerjaan agar dijalankan secara otomatis oleh ChatGPT Work pada waktu tertentu.
Misalnya, AI dapat dijadwalkan untuk membuat laporan rutin, memperbarui dokumen proyek, atau menjalankan tugas administrasi secara berkala. Selama proses tersebut berlangsung, pengguna dapat memantau perkembangan pekerjaan melalui aplikasi ChatGPT di perangkat seluler sehingga tidak harus selalu berada di depan komputer.
Fitur otomatisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, terutama bagi perusahaan yang memiliki banyak proses administratif yang dilakukan secara berulang.
Mengandalkan GPT-5.6 Sol, Terra, dan Luna
ChatGPT Work ditenagai oleh keluarga model AI terbaru OpenAI, yakni GPT-5.6 Sol, Terra, dan Luna. Ketiga model tersebut dikembangkan untuk menangani berbagai pekerjaan kompleks dengan kemampuan bernalar yang lebih baik, mampu beradaptasi terhadap perubahan tugas, serta menghasilkan keluaran yang lebih matang dibandingkan model AI sebelumnya.
OpenAI juga mengklaim GPT-5.6 memiliki pemahaman konteks yang lebih kuat sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus memberikan instruksi rinci setiap kali mengerjakan proyek baru. Dengan peningkatan tersebut, ChatGPT Work diharapkan mampu menjadi asisten kerja yang semakin memahami kebutuhan penggunanya seiring waktu.
Mulai Tersedia Bertahap
OpenAI mengumumkan bahwa ChatGPT Work mulai tersedia melalui aplikasi desktop ChatGPT untuk sistem operasi Windows dan macOS. Sementara itu, akses melalui versi web maupun aplikasi seluler akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Layanan ini dapat digunakan oleh pelanggan ChatGPT Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu.
Peluncuran ChatGPT Work menunjukkan bahwa persaingan pengembangan AI kini tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga pada bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi mitra kerja yang mampu menyelesaikan berbagai tugas profesional secara lebih cepat, efisien, dan terintegrasi. Dengan kombinasi kemampuan membuat dokumen, presentasi, aplikasi web, hingga menjalankan otomatisasi pekerjaan, OpenAI semakin menegaskan ambisinya menjadikan ChatGPT sebagai platform AI serbaguna untuk kebutuhan produktivitas modern.
