Belanja Makeup Lebih Mudah, ChatGPT Kini Punya Virtual Try-On
- Rita Puspita Sari
- •
- 8 jam yang lalu
Ilustrasi L’Oreal Cosmetic
Kecerdasan buatan semakin mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan berbagai layanan digital, termasuk saat berbelanja produk kecantikan. Terbaru, perusahaan kosmetik global L'Oréal mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI untuk menghadirkan pengalaman mencoba makeup secara virtual melalui ChatGPT.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang teknologi VivaTech 2026 di Prancis. Melalui kolaborasi ini, pengguna ChatGPT akan dapat mencoba berbagai produk makeup dari Maybelline New York secara virtual tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.
Kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan fitur Virtual Try-On, tetapi juga mencakup pengembangan pengalaman belanja berbasis AI, penemuan produk yang lebih personal, riset ilmiah, produksi konten digital, hingga transformasi proses kerja internal L'Oréal menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Langkah ini menunjukkan bahwa AI kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai chatbot, melainkan telah berkembang menjadi platform yang mampu mendukung berbagai aktivitas konsumen, mulai dari mencari informasi, memperoleh rekomendasi produk, hingga melakukan simulasi penggunaan produk secara langsung.
ChatGPT Menjadi Asisten Belanja Produk Kecantikan
Salah satu inovasi paling menarik dari kolaborasi ini adalah hadirnya fitur Makeup Virtual Try-On milik Maybelline New York di dalam ChatGPT.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mencoba berbagai tampilan riasan wajah secara digital hanya melalui percakapan dengan ChatGPT. Teknologi ini memanfaatkan ModiFace, platform kecantikan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) yang telah dikembangkan L'Oréal selama beberapa tahun terakhir.
Teknologi ModiFace memungkinkan simulasi penggunaan berbagai produk kosmetik secara realistis sehingga pengguna dapat melihat bagaimana hasil riasan sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut.
L'Oréal mengakuisisi perusahaan asal Kanada tersebut pada tahun 2018 sebagai bagian dari strategi memperkuat layanan Beauty Tech. Sejak saat itu, ModiFace terus dikembangkan untuk menghadirkan berbagai fitur digital seperti simulasi makeup, pewarna rambut virtual, hingga pengalaman belanja berbasis augmented reality.
Menurut Laporan Tahunan L'Oréal 2025, layanan Beauty Tech perusahaan telah digunakan lebih dari 120 juta kali di 66 negara melalui 31 merek yang berada di bawah naungan L'Oréal.
AI Membantu Konsumen Menemukan Produk yang Tepat
Selain menghadirkan pengalaman mencoba makeup secara virtual, L'Oréal juga akan memanfaatkan ChatGPT untuk membantu konsumen menemukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada tahap awal, fitur ini akan tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat dan mencakup sejumlah merek premium L'Oréal seperti Lancôme dan Kérastase.
Melalui kemampuan AI, ChatGPT dapat memberikan rekomendasi produk berdasarkan kebutuhan, preferensi, maupun pertanyaan yang diajukan pengguna. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal dibandingkan pencarian produk secara konvensional.
Strategi tersebut sejalan dengan pertumbuhan bisnis digital L'Oréal yang terus meningkat. Perusahaan mencatat penjualan melalui kanal e-commerce tumbuh dua digit sepanjang 2025 dan kini telah menyumbang lebih dari 30 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku konsumen semakin bergeser menuju pengalaman belanja digital yang lebih praktis dan interaktif.
Membuka Era Baru Periklanan Berbasis AI
Kolaborasi antara L'Oréal dan OpenAI juga mencakup pengembangan model periklanan baru yang memanfaatkan interaksi pengguna dengan AI. Sejumlah merek L'Oréal, seperti SkinCeuticals, CeraVe, dan Garnier, akan ikut dalam program uji coba global periklanan ChatGPT.
Berbeda dengan iklan digital tradisional yang muncul secara acak, konsep yang dikembangkan OpenAI disebut sebagai AI-native advertising, yaitu iklan yang ditampilkan ketika pengguna sedang mencari informasi atau menunjukkan minat terhadap suatu produk.
Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang lebih relevan karena iklan muncul sesuai konteks percakapan dan kebutuhan pengguna.
Meski demikian, hingga kini L'Oréal maupun OpenAI belum mengungkapkan secara rinci bagaimana mekanisme penempatan iklan tersebut di dalam ChatGPT.
AI Dorong Inovasi Riset Produk Kecantikan
Pemanfaatan AI oleh L'Oréal ternyata tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengalaman konsumen, tetapi juga mempercepat proses penelitian dan inovasi produk. Dalam kerja sama ini, L'Oréal menggunakan GPT-Rosalind, model AI OpenAI yang dirancang khusus untuk mendukung penelitian di bidang ilmu hayati (life sciences).
Model tersebut dimanfaatkan untuk mempelajari mikrobioma kulit, yakni komunitas mikroorganisme yang hidup secara alami di permukaan kulit manusia. Melalui analisis berbasis AI, para peneliti berharap dapat mengidentifikasi bakteri baik yang berperan menjaga kesehatan kulit sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk skincare generasi berikutnya.
Penelitian tersebut diawali pada lini produk La Roche-Posay, yang memang dikenal fokus pada produk perawatan kulit berbasis sains. GPT-Rosalind sendiri dirancang untuk membantu peneliti dalam mengolah berbagai literatur ilmiah, menyusun hipotesis, hingga merancang eksperimen secara lebih cepat dan efisien.
Dengan dukungan AI, proses penelitian yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang dapat dipercepat tanpa mengurangi kualitas analisis ilmiah.
AI Percepat Pengembangan Formula Kosmetik
Selain penelitian mikrobioma, L'Oréal juga memanfaatkan AI dalam proses formulasi produk kosmetik.
Perusahaan bekerja sama dengan IBM melalui divisi L'Oréal Research & Innovation untuk mengembangkan Formulation Foundation Model, sebuah model AI yang dirancang membantu para ilmuwan menemukan formula kosmetik baru secara lebih efisien.
Teknologi tersebut memungkinkan peneliti mengevaluasi ribuan kombinasi bahan dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional. Di sisi lain, L'Oréal juga menjalin kolaborasi dengan NVIDIA untuk mengembangkan teknologi visualisasi produk tiga dimensi (3D) dan sistem prediksi formulasi berbasis AI.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa AI kini telah menjadi bagian penting dari seluruh rantai inovasi perusahaan, mulai dari penelitian dasar hingga proses pemasaran produk.
AI Generatif Perkuat Produksi Konten
Transformasi digital L'Oréal juga menyentuh proses produksi konten. Perusahaan akan mengintegrasikan model AI terbaru OpenAI ke dalam CreAItech, platform internal berbasis AI generatif yang digunakan untuk membuat gambar dan video promosi.
Platform ini dirancang agar seluruh konten yang dihasilkan tetap konsisten dengan identitas visual setiap merek L'Oréal. Dengan bantuan AI generatif, tim pemasaran dapat menghasilkan materi kampanye lebih cepat tanpa mengabaikan karakter masing-masing merek.
Teknologi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi konten untuk berbagai pasar di seluruh dunia.
AI Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis Jangka Panjang
Chief Digital and Marketing Officer L'Oréal, Asmita Dubey, mengatakan bahwa perusahaan ingin memanfaatkan AI untuk memberikan manfaat tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi seluruh karyawannya.
Menurutnya, AI kini telah menjadi fondasi penting dalam berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari pemasaran, penelitian, pengembangan produk, hingga operasional sehari-hari.
Sementara itu, Managing Director OpenAI untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), Emmanuel Marill, menyebut kemitraan ini menjadi contoh bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara luas, baik untuk mendukung layanan kepada konsumen maupun meningkatkan produktivitas organisasi.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, L'Oréal mengungkapkan bahwa sekitar 73.000 karyawan telah mengikuti pelatihan AI generatif.
Perusahaan juga telah mengembangkan berbagai perangkat AI internal, termasuk L'OréalGPT dan AI Personal Companion, yang dirancang untuk membantu pekerjaan sehari-hari, mempercepat kolaborasi, serta meningkatkan produktivitas karyawan.
Kolaborasi dengan OpenAI menjadi salah satu langkah terbesar L'Oréal dalam memperkuat strategi AI perusahaan. Kehadiran fitur Virtual Try-On Maybelline di ChatGPT menunjukkan bahwa masa depan industri kecantikan tidak lagi hanya bergantung pada toko fisik atau aplikasi khusus, melainkan mulai memanfaatkan AI sebagai asisten digital yang mampu memberikan pengalaman belanja lebih personal, interaktif, dan berbasis percakapan.
Pengumuman ini sekaligus menandai satu dekade keikutsertaan L'Oréal dalam ajang VivaTech, salah satu pameran teknologi terbesar di Eropa. Momentum tersebut menjadi simbol transformasi perusahaan dari produsen kosmetik konvensional menjadi perusahaan Beauty Tech yang menjadikan kecerdasan buatan sebagai salah satu pilar utama inovasi bisnisnya di masa depan.
