NVIDIA Rilis Jetson Orin Nano 2, AI Canggih untuk Robot


Ilustrasi Robotik

Ilustrasi Robotik

NVIDIA memperkenalkan Jetson Orin Nano 2, komputer robotik terbaru yang dirancang untuk membawa kemampuan kecerdasan buatan (AI) generatif ke perangkat edge berukuran ringkas. Perangkat ini menyasar pengembang yang ingin membangun robot, drone, hingga sistem kamera pintar yang mampu memahami lingkungan dan mengambil keputusan secara real-time.

Kehadiran Jetson Orin Nano 2 menjadi bagian dari tren komputasi AI yang mulai bergeser dari pusat data ke perangkat fisik. Ketika model AI semakin kecil dan efisien, kemampuan yang sebelumnya membutuhkan komputer berperforma tinggi kini dapat dijalankan langsung di perangkat yang memiliki keterbatasan daya dan ruang.

NVIDIA menilai perkembangan tersebut membuka peluang lebih besar bagi perangkat edge untuk menjadi sistem yang benar-benar otonom. Robot atau drone tidak hanya menjalankan perintah sederhana, tetapi juga dapat memahami konteks, mengenali gambar, memproses bahasa, kemudian menentukan tindakan berdasarkan informasi yang diterimanya.

“Model frontier berukuran kecil dan menengah saat ini telah mencapai tingkat akurasi yang sebelumnya hanya dimiliki model frontier terbesar tahun lalu. Hal ini membuka peluang bagi perangkat edge untuk memiliki kecerdasan real-time,” ujar Deepu Talla, Vice President Robotics and Edge AI NVIDIA.

Menurut Talla, Jetson Orin Nano 2 dirancang untuk membuat kemampuan tersebut lebih mudah diakses oleh jutaan pengembang. Komputer robotik ini menggabungkan kemampuan pemrosesan AI dengan efisiensi energi sehingga berbagai aplikasi dapat melakukan penalaran AI langsung di perangkat.

 

Performa AI Naik Dua Kali Lipat

Salah satu daya tarik utama Jetson Orin Nano 2 adalah peningkatan kemampuan komputasinya. NVIDIA membekali perangkat ini dengan performa AI hingga 78 triliun operasi per detik (TOPS), memori 8 GB, dan CPU Arm dengan delapan inti.

Kombinasi tersebut dirancang untuk menangani beban kerja AI sekaligus pemrosesan video dalam perangkat yang tetap ringkas dan hemat daya. Dengan kemampuan ini, pengembang dapat membuat sistem yang membutuhkan pemrosesan data secara cepat tanpa harus selalu mengirimkan data ke cloud.

Dibandingkan Jetson Orin Nano Super, Jetson Orin Nano 2 diklaim mampu memberikan performa inferensi hingga dua kali lebih tinggi. Peningkatan tersebut diperoleh melalui Tensor Core yang lebih baik dan bandwidth memori yang lebih tinggi.

Menariknya, peningkatan performa itu tetap hadir dalam bentuk perangkat yang sama-sama ringkas. NVIDIA juga menekankan efisiensi energinya. Pada mode konsumsi daya 15 watt, Jetson Orin Nano 2 diklaim dapat menggunakan 40 persen lebih sedikit daya untuk menghasilkan performa yang sama seperti generasi sebelumnya.

Efisiensi seperti ini penting untuk perangkat robotik dan edge AI karena banyak perangkat bekerja menggunakan sumber daya listrik terbatas. Robot rumah, drone, kamera pintar, maupun perangkat inspeksi tidak selalu memiliki akses ke sumber listrik besar seperti komputer desktop atau server.

 

Bisa Jalankan Model AI Generatif

Peningkatan perangkat keras tersebut didukung ekosistem perangkat lunak NVIDIA. Jetson Orin Nano 2 menggunakan software stack terbuka NVIDIA serta dukungan NVIDIA Jetson Agent Skills untuk membantu pengembang membangun aplikasi AI yang lebih kompleks.

Perangkat ini dirancang untuk menjalankan large language model (LLM) dan vision-language model (VLM) yang telah dioptimalkan untuk inferensi AI di perangkat edge. Dukungan tersebut membuka kemungkinan bagi robot untuk tidak hanya mengenali objek, tetapi juga memahami hubungan antara bahasa, gambar, dan kondisi lingkungan.

Sejumlah model terbuka yang disebut dapat digunakan pada platform ini antara lain NVIDIA Cosmos, NVIDIA Nemotron, Gemma 4, dan Qwen 3. Pengembang pun dapat memanfaatkan berbagai model tersebut untuk mempercepat pembuatan aplikasi AI tanpa harus membangun semuanya dari awal.

Konsep inilah yang menjadi semakin penting dalam pengembangan robot generasi baru. Robot masa depan dituntut mampu merespons kondisi di sekitarnya dengan cepat. Ketergantungan penuh pada cloud dapat menimbulkan jeda komunikasi, sementara pemrosesan langsung di perangkat memungkinkan respons yang lebih cepat.

 

Didukung Jutaan Pengembang Robotik

NVIDIA menyebut lebih dari 3 juta pengembang kini membangun aplikasi menggunakan ekosistem robotiknya. Jetson Orin Nano 2 diharapkan memperluas ekosistem tersebut dengan menyediakan platform komputasi yang lebih kuat untuk perangkat berukuran kecil.

Sejumlah perusahaan juga telah mengadopsi atau mengeksplorasi Jetson Orin Nano 2, termasuk Cognex, Doosan Bobcat, Matic, dan Wing. Penerapannya cukup beragam, mulai dari robot rumah tangga, sistem vision AI, drone pengiriman dan inspeksi, hingga berbagai sistem perangkat keras dan carrier board.

Salah satu contoh datang dari Wing, perusahaan pengiriman menggunakan drone yang merupakan anak perusahaan Alphabet. Wing saat ini menggunakan Jetson Orin Nano Super bersama software stack NVIDIA pada armada drone pengirimannya.

Wing berencana mengevaluasi Jetson Orin Nano 2 untuk meningkatkan kemampuan AI pada drone, khususnya dalam memahami lingkungan dan melakukan penalaran secara real-time. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu drone mengenali kondisi di sekitarnya dengan lebih cepat sehingga proses pengiriman dari bisnis lokal menuju rumah pelanggan dapat berlangsung lebih aman dan efisien.

“Pengiriman menggunakan drone bergantung pada AI yang mampu memahami dunia nyata dengan cepat dan andal,” kata Dinuka Abeywardena, Head of Perception di Wing.

Menurut Abeywardena, Jetson Orin Nano 2 sedang dieksplorasi sebagai salah satu jalan menuju drone yang lebih responsif dan hemat energi. Dengan demikian, sistem AI pada drone dapat membantu membuat proses pengiriman lebih cepat sekaligus lebih dapat diandalkan.

 

Matic Bawa AI ke Robot Pembersih Rumah

Contoh lain datang dari Matic Robots. Perusahaan robot konsumen ini mengadopsi Jetson Orin Nano 2 untuk meningkatkan kemampuan interaksi pada robot pembersih rumah buatannya.

Dengan dukungan AI, robot tidak hanya dituntut mampu bergerak dari satu titik ke titik lain. Robot juga perlu memahami siapa yang berada di sekitarnya, mengenali objek, memahami tata letak ruangan, dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Matic ingin memanfaatkan Jetson Orin Nano 2 untuk menghadirkan kemampuan seperti AI percakapan, deteksi gestur, pemahaman konteks rumah, pemetaan presisi, pemahaman semantik, serta pembersihan secara otonom.

“Robot rumah harus mampu memahami manusia, memetakan ruangan secara presisi, memahami posisi objek dan tata ruang, serta membersihkan rumah secara mandiri dalam lingkungan yang dinamis dan terus berubah,” ujar Navneet Dalal, Co-Founder sekaligus CEO Matic Robotics.

Menurut Dalal, Jetson Orin Nano 2 memungkinkan Matic menjalankan model AI mutakhir secara langsung di perangkat. Kemampuan tersebut dikemas dalam platform robotik rumah yang ringkas dan dirancang untuk melakukan pemahaman lingkungan, interaksi, serta navigasi secara real-time.

 

AI Semakin Dekat dengan Perangkat Fisik

Peluncuran Jetson Orin Nano 2 memperlihatkan bagaimana perkembangan AI mulai bergerak semakin dekat dengan perangkat fisik. Jika sebelumnya AI generatif identik dengan pusat data dan komputer dengan kemampuan komputasi besar, kini teknologi tersebut mulai diarahkan untuk bekerja langsung pada robot, drone, kamera, dan berbagai perangkat edge.

Perubahan ini bukan sekadar soal meningkatkan kemampuan perangkat. Pemrosesan AI secara lokal juga dapat membantu perangkat merespons lebih cepat karena tidak selalu bergantung pada koneksi ke server cloud.

Dengan kombinasi performa hingga 78 TOPS, memori 8 GB, peningkatan inferensi hingga dua kali lipat, serta konsumsi daya yang lebih rendah, Jetson Orin Nano 2 diposisikan NVIDIA sebagai platform untuk mempercepat pengembangan AI edge.

Pada akhirnya, teknologi seperti ini dapat menjadi salah satu fondasi bagi generasi perangkat pintar berikutnya. Robot dan drone tidak lagi sekadar menjalankan instruksi yang telah diprogram sebelumnya, tetapi semakin mampu memahami lingkungan, memproses informasi, dan menentukan tindakan secara mandiri.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait