ChatGPT Luncurkan Study Mode, Belajar Jadi Lebih Interaktif
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Study Mode ChatGPT
OpenAI memperkenalkan Study Mode atau Mode Belajar di ChatGPT, fitur baru yang dirancang untuk membantu pengguna memahami materi secara bertahap. Alih-alih langsung memberikan jawaban, fitur ini mengajak pengguna berpikir, menjawab pertanyaan, dan menyelesaikan persoalan melalui panduan langkah demi langkah.
Study Mode mulai tersedia bagi pengguna yang telah login dengan paket Free, Plus, Pro, dan Team. Sementara itu, fitur serupa untuk ChatGPT Edu dijadwalkan hadir dalam beberapa minggu mendatang.
Kehadiran fitur ini tidak lepas dari semakin besarnya peran ChatGPT dalam dunia pendidikan. Pelajar dan mahasiswa menggunakan chatbot AI tersebut untuk mengerjakan pekerjaan rumah, mempersiapkan ujian, mencari penjelasan mengenai materi pelajaran, hingga mempelajari konsep baru yang dianggap sulit.
Namun, penggunaan AI dalam pendidikan juga membawa persoalan tersendiri. Kemampuan ChatGPT memberikan jawaban dengan cepat dapat membuat siswa tergoda untuk sekadar menyalin solusi tanpa memahami bagaimana jawaban tersebut diperoleh.
Karena itu, OpenAI mengembangkan Study Mode dengan pendekatan berbeda. Fitur ini dirancang bukan hanya untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas, tetapi juga mendorong mereka benar-benar belajar dari proses tersebut.
ChatGPT Tak Lagi Sekadar Memberikan Jawaban
Ketika Study Mode digunakan, ChatGPT akan terlebih dahulu memberikan pertanyaan yang membantu memahami tujuan serta tingkat kemampuan pengguna. Respons berikutnya kemudian disesuaikan berdasarkan kebutuhan tersebut.
Dalam prosesnya, pengguna dapat menemukan kombinasi pertanyaan Socratic, petunjuk, dan pertanyaan refleksi. Pendekatan ini membuat pengguna tidak langsung menerima jawaban akhir, melainkan diarahkan untuk menganalisis persoalan dan menemukan jawabannya sendiri.
Misalnya, ketika menghadapi soal yang sulit, ChatGPT dapat membantu memecah persoalan menjadi beberapa bagian. Pengguna kemudian diajak memahami konsep dasar sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Informasi juga disusun dalam bagian-bagian yang lebih mudah diikuti. ChatGPT akan menjelaskan hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya serta memberikan konteks yang diperlukan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi rasa kewalahan ketika pengguna mempelajari materi yang kompleks.
Materi Bisa Disesuaikan dengan Kemampuan
Study Mode juga menawarkan pengalaman belajar yang lebih personal. ChatGPT dapat mengajukan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui tingkat pemahaman pengguna sebelum menentukan cara memberikan penjelasan.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna yang masih pemula tidak harus langsung berhadapan dengan penjelasan yang terlalu rumit. Sebaliknya, pengguna yang sudah memahami dasar suatu topik dapat diarahkan menuju materi yang lebih mendalam.
Sistem juga dapat menggunakan informasi dari percakapan sebelumnya untuk membantu menyesuaikan pengalaman belajar. Selain memberikan penjelasan, Study Mode memiliki fitur pemeriksaan pengetahuan melalui kuis dan pertanyaan terbuka. Jawaban pengguna kemudian dapat memperoleh umpan balik yang disesuaikan.
Mekanisme ini membantu pengguna mengetahui bagian mana yang sudah dipahami dan mana yang masih perlu dipelajari. Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan pengetahuan dan melatih kemampuan menerapkannya pada situasi baru.
Pengguna juga tidak harus selalu menggunakan Study Mode. Fitur tersebut dapat diaktifkan atau dinonaktifkan kapan saja selama percakapan berlangsung.
Dikembangkan Bersama Pakar Pendidikan
OpenAI mengatakan Study Mode dibangun menggunakan instruksi sistem khusus yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan guru, ilmuwan, dan pakar pedagogi. Pengembangannya mengacu pada penelitian dalam bidang ilmu pembelajaran. Beberapa prinsip yang menjadi dasar mencakup mendorong partisipasi aktif, mengatur beban kognitif, mengembangkan kemampuan metakognisi dan refleksi diri, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta memberikan umpan balik yang mendukung.
Robbie Torney, Senior Director of AI Programs di Common Sense Media, mengatakan pendekatan tersebut dapat membantu siswa berpikir lebih kritis terhadap proses belajar mereka. Menurutnya, meskipun AI semakin banyak digunakan dalam pendidikan, proses belajar tetap akan lebih efektif ketika siswa merasa tertarik dan terlibat langsung dengan materi yang dipelajari.
Mahasiswa Uji Langsung Study Mode
Study Mode dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa. Dalam pengujian awal, sejumlah mahasiswa memberikan tanggapan positif mengenai pengalaman mereka.
Noah Campbell menggambarkan Study Mode seperti memiliki jam konsultasi yang tersedia 24 jam sehari. Sementara Caleb Masi menilai fitur tersebut mampu memecah materi yang padat menjadi penjelasan yang lebih jelas dengan tempo yang mudah diikuti.
Pengalaman menarik juga datang dari Maggie Wang. Ia menggunakan Study Mode untuk mempelajari sinusoidal positional encodings, konsep yang sebelumnya sudah berkali-kali ia coba pahami.
Menurut Wang, Study Mode terasa seperti memiliki tutor yang tidak pernah lelah menjawab pertanyaan. Setelah menjalani sesi belajar selama sekitar tiga jam, ia akhirnya merasa cukup memahami konsep tersebut dan menjadi lebih percaya diri.
AI sebagai Pendamping, Bukan Sekadar Mesin Jawaban
Melalui Study Mode, OpenAI mencoba mengubah cara ChatGPT digunakan untuk pendidikan. Jika sebelumnya chatbot AI lebih dikenal karena kemampuannya memberikan jawaban instan, kini pengguna dapat memanfaatkannya sebagai pendamping belajar interaktif.
Pendekatan ini penting karena jawaban yang benar belum tentu berarti seseorang memahami materi. Dengan menggabungkan pertanyaan, petunjuk, refleksi, kuis, dan umpan balik, Study Mode dirancang untuk membantu siswa memahami konsep secara bertahap.
Pada akhirnya, tujuan fitur ini bukan sekadar membuat tugas selesai lebih cepat. OpenAI ingin membantu pengguna berpikir lebih kritis, memahami materi dengan lebih baik, serta membangun kemampuan belajar secara mandiri di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam pendidikan.
