Google Gandeng Abbott, Gemini Kini Bisa Baca Data Glukosa


Ilustrasi Alat Pemantauan Glukosa

Ilustrasi Alat Pemantauan Glukosa

Google memperluas kemampuan layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan menggandeng Abbott untuk mengintegrasikan data kadar glukosa ke dalam Google Health. Kerja sama ini memungkinkan Google Health Coach yang ditenagai Gemini memanfaatkan data pemantauan glukosa berkelanjutan bersama informasi kesehatan lain untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal kepada pengguna.

Melalui kesepakatan multiyear, data dari perangkat continuous glucose monitor (CGM) Lingo milik Abbott akan diintegrasikan ke aplikasi Google Health. Pengguna nantinya dapat melihat tren kadar glukosa bersamaan dengan informasi lain, seperti aktivitas fisik, pola tidur, dan berbagai metrik kesehatan.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya Google memperluas fungsi AI di bidang kesehatan. Dengan semakin banyaknya data yang dapat dikumpulkan dari perangkat dan aplikasi kesehatan, Google Health Coach diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kebiasaan dan kondisi kesehatan pengguna.

 

Gemini Analisis Data Glukosa dan Kebiasaan Harian

Google Health Coach merupakan layanan berbasis Gemini yang dirancang untuk membantu pengguna memahami berbagai informasi mengenai kesehatan dan kebiasaan sehari-hari. Dengan masuknya data dari Lingo, layanan tersebut akan memperoleh informasi tambahan mengenai perubahan kadar glukosa sepanjang hari.

Data tersebut kemudian dapat digunakan bersama informasi lain untuk memberikan rekomendasi mengenai pola makan, aktivitas fisik, tidur, hingga pemulihan tubuh.

Misalnya, pengguna dapat melihat bagaimana perubahan kadar glukosa berkaitan dengan makanan atau aktivitas tertentu. Informasi tersebut dapat membantu pengguna memahami pola kesehatan mereka secara lebih mudah tanpa harus melihat data dari berbagai aplikasi secara terpisah.

Namun, Google menegaskan bahwa Health Coach bukan merupakan layanan medis. Perusahaan memperingatkan bahwa respons yang dihasilkan AI dapat mengandung kesalahan, tidak lengkap, atau kurang tepat untuk kondisi tertentu.

Karena itu, pengguna tetap disarankan memeriksa kembali informasi yang diberikan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menghadapi persoalan medis atau membutuhkan keputusan terkait kesehatan.

Akses ke Google Health Coach sendiri membutuhkan langganan Google Health Premium.

 

Google Perluas Sumber Data Kesehatan

Integrasi dengan Abbott bukan langkah pertama Google dalam memperluas sumber informasi yang dapat digunakan Health Coach. Sebelumnya, Google telah memungkinkan pengguna di Amerika Serikat menyinkronkan sejumlah informasi dari rekam medis ke aplikasi Google Health. Data tersebut dapat mencakup hasil pemeriksaan laboratorium, tanda-tanda vital, hingga informasi mengenai obat-obatan.

Pengguna juga dapat membagikan data tersebut kepada Health Coach untuk mengajukan pertanyaan atau memperoleh rangkuman informasi kesehatan. Selain rekam medis, Google Health dapat menerima data dari perangkat wearable dan aplikasi pihak ketiga yang kompatibel. Integrasi tersebut dapat dilakukan melalui Health Connect, Apple Health, maupun Google Health APIs.

Dengan tambahan data dari Lingo, ekosistem Google Health kini berpotensi menggabungkan lebih banyak informasi kesehatan dalam satu layanan, mulai dari aktivitas, tidur, kebugaran, rekam medis, hingga kadar glukosa. Google dan Abbott memperkirakan integrasi Lingo akan mulai diluncurkan secara bertahap di aplikasi Google Health pada akhir tahun ini.

 

Apa Itu Lingo?

Lingo merupakan sistem pemantauan glukosa berkelanjutan atau continuous glucose monitoring (CGM) yang dirancang untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang tidak menggunakan insulin.

Perangkat wearable tersebut memantau kadar glukosa sepanjang hari. Data yang dikumpulkan kemudian ditampilkan melalui aplikasi Lingo sehingga pengguna dapat melihat perubahan kadar glukosa dan hubungannya dengan berbagai aktivitas.

Aplikasi tersebut dapat membantu pengguna memahami bagaimana makanan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari berkaitan dengan perubahan kadar glukosa. Berdasarkan dokumen Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Lingo mengukur kadar glukosa melalui cairan interstisial yang berada di antara sel, bukan secara langsung dari darah.

Sensor dipasang di bawah kulit pada bagian belakang lengan atas. Sensor menggunakan proses elektrokimia untuk mengukur kadar glukosa, kemudian mengirimkan data ke aplikasi Lingo menggunakan Bluetooth Low Energy. Aplikasi Lingo dapat menampilkan kadar glukosa secara real-time, arah perubahan kadar glukosa, serta grafik tren. Sensor dapat digunakan hingga 14 hari.

Meski demikian, Lingo tidak menyediakan peringatan kadar glukosa maupun peringatan sistem. Pengguna juga tidak dianjurkan mengambil tindakan medis hanya berdasarkan hasil pembacaan Lingo tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang memenuhi syarat.

 

Lingo Berbeda dari FreeStyle Libre

Teknologi yang digunakan Lingo memiliki dasar yang sama dengan platform FreeStyle Libre milik Abbott. Lingo mulai tersedia tanpa resep di Amerika Serikat pada 2024 dan juga telah tersedia di Inggris. Namun, Lingo dan FreeStyle Libre 2 memiliki tujuan penggunaan yang berbeda.

FreeStyle Libre 2 ditujukan untuk membantu pengelolaan diabetes. Sementara itu, Lingo dirancang untuk membantu orang dewasa yang tidak menggunakan insulin memahami hubungan antara kadar glukosa dengan pola makan, olahraga, serta aktivitas sehari-hari.

Perbedaan tujuan tersebut penting untuk dipahami pengguna. Meskipun perangkat dapat memberikan informasi mengenai kadar glukosa secara terus-menerus, data yang dihasilkan tidak boleh dianggap sebagai pengganti diagnosis atau saran medis dari tenaga kesehatan.

 

Abbott dan Google Siapkan Studi Kesehatan Metabolik

Kerja sama Google dan Abbott tidak berhenti pada integrasi data ke aplikasi Google Health. Kedua perusahaan juga berencana melakukan studi dunia nyata berskala besar yang berfokus pada kesehatan metabolik.

Dalam penelitian tersebut, data glukosa berkelanjutan akan digabungkan dengan informasi dari perangkat wearable, hasil pemeriksaan laboratorium, serta data survei. Peneliti akan mempelajari hubungan antara aktivitas fisik, pola tidur, kesejahteraan, dan kesehatan metabolik.

Hasil penelitian diharapkan dapat membantu Abbott dan Google memahami pola kesehatan secara lebih mendalam. Data tersebut juga akan digunakan untuk menyempurnakan Google Health Coach dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan fitur Lingo pada masa mendatang.

Langkah ini menunjukkan bagaimana data dari perangkat kesehatan konsumen mulai memiliki peran yang semakin besar dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis AI.

 

Google Hubungkan Lebih Banyak Data ke Gemini

Google terus memperluas kemampuan Gemini ke berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan. Google Health menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut dengan menggabungkan informasi kesehatan dari berbagai sumber dalam satu ekosistem.

Pengguna dapat menyinkronkan data aktivitas, kebugaran, tidur, tanda-tanda vital, dan rekam medis. Mereka juga dapat menghubungkan aplikasi maupun perangkat yang kompatibel.

Google mengatakan pengguna tetap memiliki kendali atas informasi yang disimpan di Google Health. Mereka dapat menentukan informasi yang ingin disimpan, mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tertentu, mengekspor data, serta menghapusnya.

Google juga menyatakan bahwa data Google Health tidak digunakan untuk Google Ads.

Dengan integrasi Lingo, Health Coach akan memiliki akses terhadap aliran data glukosa yang berlangsung sepanjang hari. Hal ini dapat membuat rekomendasi yang diberikan AI menjadi lebih kontekstual karena tidak hanya mengandalkan informasi aktivitas atau tidur, tetapi juga perubahan kadar glukosa.

Meski demikian, semakin banyak data kesehatan yang terhubung ke AI juga membuat aspek privasi dan keamanan data menjadi semakin penting. Pengguna perlu memahami informasi apa yang dibagikan, bagaimana data digunakan, serta batas kemampuan AI sebelum menjadikannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

 

Gemini Mulai Terhubung dengan Layanan Kesehatan

Selain kerja sama dengan Abbott, Google juga memperluas Gemini melalui integrasi dengan layanan kesehatan lainnya. Zocdoc, misalnya, mengumumkan bahwa pengguna di Amerika Serikat dapat mencari jadwal layanan kesehatan dan melakukan pemesanan dengan penyedia layanan kesehatan secara langsung melalui aplikasi Gemini.

Aplikasi Zocdoc yang terhubung dengan Gemini menyediakan informasi ketersediaan jadwal secara real-time dari jaringan yang mencakup lebih dari 200.000 penyedia layanan kesehatan di lebih dari 200 bidang spesialisasi. Zocdoc menyebut integrasi tersebut sebagai kemitraan aplikasi terhubung pertama Gemini untuk pencarian dan pemesanan janji layanan kesehatan.

Perkembangan tersebut memperlihatkan arah baru penggunaan AI dalam ekosistem kesehatan. Gemini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi mulai terhubung dengan data kesehatan, perangkat pemantau tubuh, hingga layanan pemesanan fasilitas kesehatan.

Bagi pengguna, integrasi antara Google Health, Gemini, dan Lingo berpotensi membuat informasi kesehatan lebih mudah dipantau dalam satu tempat. Namun, teknologi tersebut tetap perlu digunakan secara bijak karena AI bukan pengganti dokter atau tenaga kesehatan.

Dengan peluncuran integrasi Lingo yang diperkirakan dimulai akhir tahun ini, Google dan Abbott pada dasarnya sedang membangun ekosistem yang menggabungkan data kesehatan sehari-hari dengan kemampuan AI. Jika dikembangkan secara tepat, pendekatan tersebut dapat membantu pengguna memahami pola kesehatan mereka dengan lebih baik, sekaligus membuka peluang baru untuk pengembangan layanan kesehatan digital yang semakin personal.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait