MediScribe Manfaatkan AI untuk Otomatiskan Rekam Medis Dokter
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Alex Budiyanto Founder MediScribe dalam Acara CIO Healthcare Summit 2026
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membantu proses analisis dan pengolahan data, tetapi juga mulai dimanfaatkan untuk mengurangi beban administratif tenaga medis. Salah satu inovasi yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut adalah MediScribe, asisten berbasis AI yang dirancang untuk membantu dokter dan perawat mendokumentasikan hasil pemeriksaan secara otomatis.
Solusi tersebut diperkenalkan oleh Alex Budiyanto, Founder MediScribe, dalam ajang CIO Healthcare Summit 2026. Dalam kesempatan tersebut, Alex menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat membantu mengembalikan fokus tenaga medis kepada pasien, bukan kepada layar komputer.
Menurut Alex, salah satu persoalan yang masih sering terjadi di ruang pemeriksaan adalah terbaginya perhatian tenaga kesehatan. Dokter harus mendengarkan keluhan pasien sekaligus mengetik hasil konsultasi. Sementara itu, perawat juga perlu memasukkan berbagai data pemeriksaan ke dalam sistem.
Kondisi tersebut, kata Alex, secara tidak langsung dapat mengurangi kualitas interaksi antara tenaga medis dan pasien.
“Dalam pelayanan kesehatan, perhatian penuh itu sangat penting. Namun, sering kali interaksi dokter dan pasien justru terputus karena perhatian harus beralih ke layar komputer,” ujar Alex.
Ia menjelaskan, komputer memang telah menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Rekam medis elektronik membantu rumah sakit menyimpan dan mengelola informasi pasien dengan lebih terstruktur.
Namun, di sisi lain, kewajiban memasukkan data secara manual membuat dokter dan perawat harus membagi konsentrasi antara pasien dan perangkat komputer.
“Ketika perhatian terbagi, hubungan antara tenaga medis dan pasien juga ikut terdampak. Dokter ingin mendengarkan pasien, tetapi pada saat yang sama harus terus mengetik dan mencatat informasi pemeriksaan.” kata Alex.
AI Bekerja di Balik Layar
MediScribe dikembangkan untuk menjawab persoalan tersebut. Alih-alih meminta dokter atau perawat mengetik seluruh hasil konsultasi secara manual, sistem AI ini dapat mendengarkan percakapan selama pemeriksaan dan mengubahnya menjadi catatan medis terstruktur.
Cara kerjanya relatif sederhana. Perangkat MediScribe ditempatkan di meja konsultasi. Setelah pemeriksaan dimulai, sistem akan menangkap percakapan antara dokter, perawat, dan pasien secara aman. Percakapan tersebut kemudian diproses oleh AI untuk menghasilkan dokumentasi medis.
Dengan pendekatan ini, tenaga medis tidak perlu terus-menerus mengalihkan pandangan ke layar hanya untuk mencatat informasi yang disampaikan selama konsultasi.
“Kami ingin teknologi ini bekerja di belakang layar. Dokter tidak perlu sibuk mengetik setiap informasi yang muncul dalam percakapan, sehingga perhatian mereka bisa kembali kepada pasien.” tutur Alex.
Menurut Alex, perubahan kecil dalam cara dokumentasi dilakukan dapat memberikan dampak besar terhadap pengalaman pasien. Dokter dapat lebih banyak melakukan kontak mata, mendengarkan keluhan, dan berkomunikasi secara langsung.
Pasien pun diharapkan merasa lebih didengar dan dihargai selama berada di ruang pemeriksaan.
“Tujuan kami bukan menggantikan dokter dengan AI. Justru sebaliknya, kami ingin AI membantu dokter kembali melakukan hal yang paling penting, yaitu memberikan perhatian kepada pasien.” ujar Alex.
Otomatis Membuat Catatan S.O.A.P
Salah satu kemampuan utama MediScribe adalah menghasilkan catatan medis menggunakan format S.O.A.P. Format ini banyak digunakan dalam dokumentasi klinis untuk menyusun informasi pasien secara sistematis.
Bagian Subjective (S) berisi informasi yang disampaikan pasien, seperti keluhan, gejala, serta riwayat kesehatan. Kemudian Objective (O) mencatat hasil pengukuran dan pemeriksaan yang dilakukan tenaga medis, termasuk tanda-tanda vital.
Selanjutnya, bagian Assessment (A) berisi penilaian atau interpretasi klinis dokter berdasarkan informasi yang tersedia. Sementara Plan (P) memuat rencana pengobatan, tindakan lanjutan, maupun jadwal kontrol pasien. Dengan sistem tersebut, percakapan yang sebelumnya hanya berlangsung di ruang pemeriksaan dapat diubah menjadi catatan klinis yang lebih terstruktur.
Selain menghasilkan catatan S.O.A.P, MediScribe juga memiliki fitur rekomendasi kode diagnosis ICD-10. Sistem juga dapat memberikan pilihan penyusunan resep berdasarkan informasi yang muncul dalam konsultasi. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu mengurangi pekerjaan administratif yang harus dilakukan tenaga medis setelah atau selama pemeriksaan.
Keamanan Data Jadi Perhatian
Penerapan AI dalam layanan kesehatan tentu tidak dapat dilepaskan dari persoalan keamanan dan privasi. Percakapan antara dokter dan pasien mengandung informasi yang bersifat sensitif sehingga pengelolaannya membutuhkan perlindungan yang ketat.
Karena itu, MediScribe menawarkan dua model penerapan, yakni cloud dan on-premise.
Pada model cloud, sistem dikelola dan di-hosting oleh MediScribe. Rumah sakit maupun klinik tidak perlu menyiapkan infrastruktur sendiri. Sistem dapat diperbarui secara otomatis dan kapasitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Sementara itu, model on-premise memungkinkan MediScribe dipasang di pusat data milik rumah sakit atau private cloud. Dengan pilihan tersebut, data pasien dapat tetap berada di dalam lingkungan infrastruktur rumah sakit.
“Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan keamanan dan regulasi yang berbeda. Karena itu, kami memberikan pilihan kepada fasilitas kesehatan untuk menentukan di mana data mereka harus diproses dan disimpan.” jelas Alex.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan MediScribe terhubung dengan sistem informasi rumah sakit atau SIMRS yang telah digunakan sebelumnya.
MediScribe dan Intel Hadirkan AI Offline
Untuk kebutuhan fasilitas kesehatan yang menginginkan tingkat privasi lebih tinggi, MediScribe juga mengembangkan teknologi AI yang dapat berjalan sepenuhnya secara lokal. Dalam pengembangan ini, MediScribe bekerja sama dengan Intel dengan memanfaatkan perangkat berbasis Intel Core Ultra 3.
Teknologi tersebut memungkinkan proses pengambilan suara, transkripsi percakapan, hingga penyusunan catatan S.O.A.P dilakukan langsung di perangkat. Artinya, proses AI tidak harus mengirimkan percakapan pasien ke cloud untuk diproses.
“Dengan pemrosesan di perangkat, percakapan antara dokter dan pasien dapat tetap berada di ruang pemeriksaan. Tidak membutuhkan internet dan tidak perlu mengirimkan data percakapan ke cloud.” kata Alex.
Pemrosesan tersebut memanfaatkan kemampuan CPU, GPU, dan NPU yang terdapat pada perangkat untuk menjalankan model AI secara lokal.
“Kami ingin memberikan pilihan AI yang tidak hanya pintar, tetapi juga aman. Untuk fasilitas kesehatan tertentu, kemampuan memproses data secara lokal merupakan kebutuhan yang sangat penting.” ujar Alex.
Tiga Pilihan untuk Klinik dan Rumah Sakit
MediScribe juga hadir dalam tiga tingkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan. Versi pertama adalah MediScribe Lite. Layanan ini ditujukan bagi klinik atau praktik dokter yang ingin mencoba teknologi AI scribe tanpa melakukan perubahan besar pada sistem yang sudah digunakan.
MediScribe Lite menawarkan pembuatan catatan S.O.A.P secara real time, rekomendasi kode diagnosis ICD-10, penyusunan resep, dukungan lebih dari 90 bahasa, serta kemampuan menyalin hasil dokumentasi ke sistem rekam medis yang sudah tersedia.
Berikutnya adalah MediScribe Pro yang menawarkan integrasi melalui API dengan HIS atau SIMRS. Dengan integrasi tersebut, catatan hasil konsultasi dapat dikirim langsung ke rekam medis pasien.
Sementara MediScribe Enterprise ditujukan untuk rumah sakit dan jaringan layanan kesehatan berskala besar. Versi ini memungkinkan MediScribe diintegrasikan secara lebih mendalam ke dalam sistem SIMRS yang digunakan rumah sakit.
Integrasi dapat disesuaikan dengan alur kerja dan struktur data masing-masing fasilitas kesehatan. MediScribe juga menyediakan dukungan implementasi serta layanan khusus bagi organisasi berskala besar.
Bukan Sekadar Alat Pencatat
Bagi Alex, pengembangan MediScribe pada akhirnya bukan hanya tentang membuat pekerjaan dokumentasi menjadi lebih cepat. Ada tujuan yang lebih besar, yakni mengembalikan sisi manusiawi dalam pelayanan kesehatan. Ketika sebagian pekerjaan administratif dapat dilakukan AI, dokter dan perawat memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan pasien.
“AI bukan untuk menggantikan dokter. AI membantu dokter mengurangi pekerjaan yang tidak perlu dilakukan secara manual,” tutur Alex.
Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan AI di sektor kesehatan tidak hanya diukur dari seberapa cepat data diproses. Lebih dari itu, teknologi juga perlu mampu meningkatkan kualitas pelayanan tanpa mengorbankan keamanan data maupun hubungan antara tenaga medis dan pasien..
