Canva Kini Bisa Bikin Website Tanpa Coding, Gratis untuk Semua
- Rita Puspita Sari
- •
- 14 jam yang lalu
Ilustrasi Applikasi Canva
Canva kembali menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin memudahkan proses pembuatan website. Melalui pembaruan Canva Code 2.0, perusahaan kini membuka akses fitur tersebut untuk seluruh pengguna, termasuk mereka yang menggunakan akun gratis. Dengan teknologi ini, siapa pun dapat membuat website interaktif hanya dengan mengetikkan instruksi atau prompt menggunakan bahasa sehari-hari, tanpa harus memahami bahasa pemrograman.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Canva yang tidak lagi sekadar dikenal sebagai platform desain grafis, tetapi juga sebagai solusi lengkap untuk membuat berbagai kebutuhan digital, mulai dari presentasi, dokumen, hingga website berbasis AI.
Membuat Website Kini Semudah Menulis Deskripsi
Pada versi terbaru ini, Canva menghadirkan pengalaman yang jauh lebih sederhana dalam membangun sebuah website. Pengguna tidak lagi harus menulis kode HTML, CSS, maupun JavaScript secara manual.
Sebagai gantinya, pengguna cukup menjelaskan jenis website yang ingin dibuat. Misalnya, halaman profil pribadi, situs portofolio, landing page untuk bisnis, halaman acara, maupun website sederhana lainnya.
Setelah menerima instruksi tersebut, sistem AI Canva akan secara otomatis menghasilkan struktur website lengkap yang siap digunakan. Seluruh elemen yang dihasilkan juga dapat langsung diedit menggunakan editor visual khas Canva yang mengandalkan sistem drag-and-drop, sehingga proses pengaturan desain menjadi jauh lebih mudah.
Pendekatan ini memungkinkan siapa saja, termasuk pelajar, pelaku UMKM, kreator konten, hingga pekerja profesional, untuk memiliki website tanpa harus belajar pemrograman.
Kini Mendukung Impor HTML dan Proyek Berbasis Kode
Salah satu peningkatan terbesar pada Canva Code 2.0 dibanding generasi sebelumnya adalah kemampuan mengimpor proyek yang sudah ada. Jika sebelumnya Canva Code hanya berfokus membuat website dari awal menggunakan AI, kini pengguna juga dapat memasukkan file HTML maupun proyek berbasis kode ke dalam Canva.
Setelah diimpor, seluruh tampilan website dapat diedit menggunakan editor visual Canva. Artinya, pengguna tidak perlu lagi membuka editor kode hanya untuk mengganti teks, warna, gambar, maupun tata letak halaman. Fitur ini menjadi solusi menarik bagi pengguna yang memperoleh template website dari pihak lain atau memiliki proyek lama yang ingin diperbarui dengan cara yang lebih sederhana.
Proses Pembuatan Website Diklaim Lebih Cepat
Canva juga mengklaim telah meningkatkan kemampuan model AI yang menjadi dasar Canva Code 2.0. Berkat peningkatan tersebut, proses pembuatan website disebut mampu berlangsung sekitar 75 persen lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya.
Peningkatan kecepatan ini tidak hanya membantu menghasilkan halaman web dalam waktu singkat, tetapi juga mempercepat proses revisi ketika pengguna ingin mengubah desain maupun menambahkan fitur baru. Efisiensi tersebut menjadi salah satu nilai tambah, terutama bagi pengguna yang membutuhkan website dalam waktu terbatas, seperti untuk promosi produk, acara, kampanye pemasaran, maupun kebutuhan bisnis lainnya.
Tidak Hanya Website Statis
Canva Code 2.0 tidak hanya mampu menghasilkan halaman web sederhana yang berisi teks dan gambar. Versi terbaru ini juga telah mendukung berbagai komponen interaktif yang membuat website terasa lebih dinamis. Beberapa elemen interaktif yang kini tersedia antara lain:
- Formulir pengumpulan data.
- Tombol interaktif.
- Komponen yang dapat merespons tindakan pengguna.
- Berbagai elemen antarmuka yang mendukung pengalaman pengguna lebih baik.
Menariknya, seluruh komponen tersebut tetap dapat diedit melalui editor visual Canva tanpa harus menyentuh baris kode. Dengan demikian, pengguna tetap memiliki fleksibilitas dalam melakukan penyesuaian desain maupun fungsi website meski tidak memiliki latar belakang teknis.
Membuka Peluang bagi Pengguna Nonteknis
Melalui pembaruan ini, Canva ingin memperluas akses terhadap teknologi pengembangan website.
Selama ini, membangun sebuah website identik dengan kemampuan coding dan penggunaan berbagai framework pemrograman. Namun, Canva mencoba menghilangkan hambatan tersebut dengan memanfaatkan kecerdasan buatan.
Perusahaan menargetkan agar semakin banyak pengguna nonteknis mampu membuat website maupun aplikasi web sederhana secara mandiri.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu berbagai kalangan, seperti pelajar yang ingin membuat portofolio, freelancer yang membutuhkan landing page, pelaku usaha kecil yang ingin mempromosikan produk secara online, hingga organisasi yang memerlukan halaman informasi tanpa harus menyewa pengembang web.
Persaingan AI Pembuat Website Semakin Ketat
Peluncuran Canva Code 2.0 juga menunjukkan semakin ketatnya persaingan di pasar AI generatif untuk pembuatan aplikasi dan website. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi besar telah menghadirkan layanan serupa yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan kode maupun aplikasi secara otomatis.
OpenAI menghadirkan kemampuan pembuatan aplikasi melalui ChatGPT, sementara Anthropic menawarkan fitur serupa melalui Claude. Di sisi lain, Figma juga memperkenalkan Figma Make yang memungkinkan pengguna membuat prototipe dan aplikasi berbasis AI.
Masing-masing platform menawarkan pendekatan berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni menyederhanakan proses pengembangan perangkat lunak agar lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang.
Dengan membuka Canva Code 2.0 untuk seluruh pengguna, termasuk akun gratis, Canva berupaya memperluas jangkauan layanannya sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan industri AI generatif yang berkembang sangat cepat.
Canva Tak Lagi Sekadar Platform Desain
Selama bertahun-tahun, Canva dikenal sebagai aplikasi desain grafis yang memudahkan pengguna membuat poster, presentasi, media sosial, hingga materi pemasaran.
Namun, strategi perusahaan kini menunjukkan arah yang lebih luas. Canva tidak hanya ingin menjadi alat desain visual, tetapi juga platform produktivitas berbasis AI yang mampu mendukung berbagai kebutuhan digital dalam satu tempat.
Dengan hadirnya Canva Code 2.0, pengguna kini dapat mendesain, membuat presentasi, menyusun dokumen, sekaligus membangun website tanpa harus berpindah ke aplikasi lain.
Transformasi ini memperlihatkan bagaimana teknologi AI mulai mengubah cara masyarakat membuat konten digital. Proses yang sebelumnya membutuhkan keahlian teknis kini dapat dilakukan hanya dengan mengetikkan instruksi dalam bahasa alami. Bagi pengguna individu maupun pelaku bisnis, kehadiran Canva Code 2.0 menjadi alternatif menarik untuk membangun website secara cepat, mudah, dan tanpa biaya tambahan bagi pengguna akun gratis.
