Anthropic Rilis Claude Fable 5.1, Jago Coding dan Lebih Murah
- Rita Puspita Sari
- •
- 13 jam yang lalu
logo Anthropic
Anthropic resmi memperkenalkan dua model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Claude Fable 5.1 dan Claude Mythos 5.1, pada Selasa (1/9/2026). Model generasi terbaru ini dirancang untuk menangani pekerjaan berbasis pengetahuan, termasuk pemrograman, penelitian, hingga tugas-tugas yang membutuhkan penalaran kompleks.
Menariknya, peningkatan kemampuan tersebut tidak dibarengi kenaikan biaya penggunaan. Anthropic justru mengklaim harga pemakaian Claude Fable 5.1 dapat lebih murah dibandingkan generasi sebelumnya, terutama untuk pekerjaan yang dilakukan AI secara mandiri atau agentic.
Dalam pengumuman di blog resminya, Anthropic menyebut Fable 5.1 sebagai salah satu model paling canggih yang mereka hadirkan untuk kebutuhan coding dan knowledge work. Model ini dirancang agar mampu menyelesaikan tugas teknis yang lebih kompleks sekaligus membantu pengguna melakukan pekerjaan yang membutuhkan analisis dan pemahaman informasi dalam jumlah besar.
Fable 5.1 dan Mythos 5.1 Pada Dasarnya Model yang Sama
Meski menggunakan nama berbeda, Anthropic menjelaskan bahwa Claude Fable 5.1 dan Claude Mythos 5.1 pada dasarnya merupakan model yang sama. Perbedaan utama keduanya terletak pada tingkat pengamanan serta kelompok pengguna yang mendapatkan akses.
Claude Fable 5.1 tersedia secara umum dan dapat digunakan melalui berbagai platform cloud maupun API Anthropic. Dengan demikian, pengembang dan perusahaan dapat mengintegrasikan kemampuan model tersebut ke dalam aplikasi atau sistem mereka.
Sementara itu, Claude Mythos 5.1 tidak dibuka untuk penggunaan umum. Model ini diberikan melalui program trusted access Anthropic kepada mitra yang telah melewati proses pemeriksaan.
Akses khusus tersebut terutama ditujukan untuk kebutuhan keamanan siber dan ilmu hayati atau life sciences. Pembatasan dilakukan karena Mythos 5.1 mempunyai kemampuan yang lebih sensitif sehingga penggunaannya membutuhkan pengawasan dan kontrol tambahan.
Bisa Membantu Menemukan Celah Keamanan Software
Salah satu perubahan penting yang dibawa Claude Fable 5.1 adalah sistem pengaman atau safeguard yang diklaim lebih presisi. Pada model AI sebelumnya, sistem pengamanan terkadang dapat mengalami false positive. Artinya, AI menolak permintaan pengguna yang sebenarnya aman karena keliru menganggap permintaan tersebut berisiko.
Masalah semacam ini cukup mengganggu, terutama dalam pekerjaan keamanan siber. Peneliti atau pengembang keamanan dapat membutuhkan AI untuk menganalisis kode, mencari kesalahan konfigurasi, atau menemukan kerentanan pada sebuah perangkat lunak.
Anthropic mengklaim sistem pengamanan terbaru pada Fable 5.1 mampu mengurangi pemblokiran yang keliru hingga 60 persen dibandingkan sebelumnya. Dengan peningkatan tersebut, Fable 5.1 kini dapat membantu pengguna menemukan kerentanan atau bug keamanan pada perangkat lunak. Namun, kemampuan tersebut tetap memiliki batasan.
Model diperbolehkan membantu mengidentifikasi dan menjelaskan kerentanan, tetapi tidak diperbolehkan mengembangkan exploit yang dapat digunakan untuk mengeksploitasi celah tersebut. Batas ini diterapkan untuk menjaga agar kemampuan AI dalam keamanan siber tidak mudah disalahgunakan.
Anthropic juga melakukan penyempurnaan pada sistem pengamanan untuk bidang biologi. Tujuannya agar AI tidak terlalu sering menolak pertanyaan mengenai biologi atau medis yang sebenarnya aman untuk dijawab.
Kemampuan Coding dan Riset Semakin Kuat
Peningkatan kemampuan Claude Fable 5.1 tidak hanya terlihat pada sistem pengamanannya. Anthropic juga menyebut model ini mencatat hasil terbaik perusahaan pada sejumlah pengujian atau benchmark.
Salah satunya adalah Terminal-Bench 4.0, sebuah pengujian yang mengukur kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas pemrograman melalui command-line interface (CLI). Kemampuan semacam ini penting karena pekerjaan pengembangan software di dunia nyata tidak hanya dilakukan melalui editor kode, tetapi juga melibatkan terminal, sistem file, konfigurasi, dan berbagai alat pengembangan lainnya.
Fable 5.1 juga menunjukkan performa tinggi dalam Humanity's Last Exam. Pengujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan penalaran model dalam menghadapi berbagai persoalan pengetahuan dan penalaran tingkat lanjut. Anthropic turut menyoroti kemampuan Fable 5.1 dalam membantu penelitian ilmiah. Sebelum model tersebut diluncurkan, perusahaan mengklaim AI telah menghasilkan tiga temuan ilmiah baru.
Salah satu contohnya adalah optimasi khusus untuk GPU. Selain itu, model tersebut disebut berhasil menyusun peta Venus beresolusi tinggi dengan memanfaatkan foto-foto yang sudah tersedia.
Temuan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks atau menulis kode, tetapi juga dapat membantu proses penelitian. Anthropic melihat kemampuan tersebut sebagai gambaran awal mengenai potensi AI dalam mempercepat pekerjaan ilmiah dan membuka kemungkinan munculnya penemuan baru.
Privasi Data Perusahaan Diperkuat
Selain kemampuan teknis, Anthropic juga memperkenalkan perubahan yang ditujukan bagi pelanggan perusahaan yang memiliki kebutuhan privasi tinggi. Perusahaan memperkenalkan Enterprise Frontier Safeguards (EFS), sebuah sistem yang diklaim menawarkan tingkat privasi setara dengan kebijakan zero data retention.
Melalui EFS, data pelanggan disimpan pada infrastruktur cloud yang sepenuhnya dikendalikan oleh pelanggan, bukan di lingkungan Anthropic. Pendekatan ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap data mereka ketika menggunakan AI. Meski data berada di bawah kendali pelanggan, sistem tetap dapat digunakan untuk mengawasi potensi penyalahgunaan, baik yang dilakukan oleh pengguna manusia maupun AI agent.
Anthropic mengatakan pelanggan tetap mempunyai kendali mengenai bagaimana mekanisme pemantauan tersebut diterapkan. Perusahaan juga menegaskan bahwa data pelanggan enterprise tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa izin eksplisit.
Biaya Penggunaan Turun Hingga 45 Persen
Salah satu kabar yang paling menarik dari peluncuran Fable 5.1 adalah biaya penggunaannya yang justru lebih rendah dibandingkan model sebelumnya. Anthropic memperkirakan penggunaan Fable 5.1 sekitar 25 persen lebih murah dibandingkan Fable 5 untuk beban kerja tipikal berdasarkan jumlah token.
Penghematan tersebut bisa menjadi lebih besar untuk pekerjaan yang bersifat sangat agentic. Dalam skenario ketika AI dapat bekerja lebih mandiri, menjalankan serangkaian tugas, dan menggunakan berbagai alat tanpa terlalu banyak intervensi manusia, Anthropic memperkirakan penghematan biaya dapat mencapai sekitar 45 persen.
Penurunan biaya tersebut terutama berasal dari tarif cache read yang lebih murah. Fitur ini memungkinkan model menggunakan kembali input atau konteks yang sebelumnya telah diproses dan disimpan.
Dengan begitu, sistem tidak perlu memproses seluruh konteks dari awal setiap kali menjalankan tugas. Mekanisme tersebut menjadi semakin penting dalam penggunaan AI agent karena satu tugas dapat melibatkan banyak langkah dan pemanggilan model secara berulang.
Tersedia di Berbagai Platform Cloud
Claude Fable 5.1 kini tersedia di berbagai platform cloud, termasuk Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan Microsoft Azure. Pengembang juga dapat mulai mengakses model tersebut melalui Claude API menggunakan nama model claude-fable-5-1.
Dengan kombinasi kemampuan coding yang lebih kuat, dukungan terhadap pekerjaan riset, sistem pengamanan yang lebih presisi, serta biaya yang diklaim lebih rendah, Anthropic tampaknya ingin mendorong Fable 5.1 bukan sekadar sebagai chatbot, melainkan sebagai mesin AI untuk menangani pekerjaan teknis dan profesional yang semakin kompleks.
Khususnya dengan semakin berkembangnya konsep AI agent, kemampuan untuk memahami konteks panjang, menjalankan banyak langkah secara mandiri, membantu menemukan masalah dalam kode, dan menyelesaikan pekerjaan berbasis pengetahuan menjadi semakin penting.
Peluncuran Fable 5.1 sekaligus menunjukkan persaingan industri AI yang mulai bergeser. Bukan hanya soal siapa yang memiliki model dengan kemampuan paling tinggi, tetapi juga siapa yang mampu menawarkan AI yang lebih aman, lebih murah, dan lebih berguna untuk pekerjaan nyata.
