Apa Itu Algoritma KNN? Ini Cara Kerja dan Manfaatnya
- Rita Puspita Sari
- •
- 12 jam yang lalu
Ilustrasi AI Coding
Perkembangan machine learning atau pembelajaran mesin telah menghadirkan berbagai algoritma yang memungkinkan komputer mengenali pola, mengolah data, hingga membuat prediksi secara otomatis. Salah satu algoritma yang cukup populer karena kesederhanaan dan kemampuannya dalam mengolah data adalah K-Nearest Neighbors (KNN). Algoritma ini banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pengenalan pola, sistem rekomendasi, analisis keuangan, hingga layanan kesehatan.
KNN merupakan algoritma pembelajaran mesin yang bekerja dengan mengidentifikasi sejumlah data terdekat untuk menentukan kategori atau memperkirakan nilai dari suatu data baru. Prinsip dasarnya cukup sederhana, yaitu data yang memiliki karakteristik serupa cenderung berada berdekatan dalam ruang data. Dengan membandingkan kedekatan tersebut, komputer dapat membuat keputusan berdasarkan informasi dari data-data yang sudah diketahui sebelumnya.
Meskipun memiliki konsep yang relatif mudah dipahami, KNN mempunyai peran penting dalam dunia ilmu data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Algoritma ini menjadi salah satu metode dasar yang sering dipelajari oleh pemula karena tidak memerlukan proses pelatihan model yang rumit. Namun, di balik kesederhanaannya, KNN juga memiliki sejumlah keterbatasan, terutama ketika harus menangani data dalam jumlah besar atau memiliki banyak fitur.
Apa Itu Algoritma K-Nearest Neighbors (KNN)?
K-Nearest Neighbors (KNN) adalah algoritma machine learning yang termasuk dalam kategori pembelajaran terawasi (supervised learning) dan bersifat nonparametrik. Algoritma ini digunakan untuk melakukan klasifikasi maupun regresi dengan memanfaatkan kedekatan antara satu titik data dan titik data lainnya.
Dalam pembelajaran terawasi, algoritma memanfaatkan kumpulan data yang sudah memiliki label atau nilai sebagai referensi untuk memprediksi data baru. Sementara itu, istilah nonparametrik berarti KNN tidak mengasumsikan bahwa data harus mengikuti bentuk distribusi tertentu atau memiliki persamaan matematis khusus yang perlu dipelajari selama pelatihan.
KNN bekerja dengan mencari sejumlah tetangga terdekat dari suatu data yang akan diprediksi. Kedekatan tersebut dihitung menggunakan metrik jarak tertentu, salah satunya adalah jarak Euclidean. Setelah tetangga terdekat ditemukan, algoritma menentukan hasil prediksi berdasarkan karakteristik data-data tersebut.
Pada tugas klasifikasi, KNN menentukan kategori data baru berdasarkan kelas yang paling banyak muncul di antara tetangga terdekatnya. Sebagai contoh, apabila sebuah data memiliki lima tetangga terdekat, yang terdiri dari tiga data kategori A dan dua data kategori B, algoritma akan mengklasifikasikan data baru tersebut ke dalam kategori A.
Sementara itu, pada tugas regresi, KNN memperkirakan nilai suatu data dengan menghitung rata-rata nilai dari sejumlah tetangga terdekat. Misalnya, jika algoritma digunakan untuk memprediksi harga rumah, nilai prediksi dapat diperoleh dari rata-rata harga beberapa rumah yang memiliki karakteristik serupa dan berada paling dekat dengan rumah yang dianalisis.
KNN lebih sering digunakan untuk klasifikasi karena konsep pemungutan suara berdasarkan tetangga terdekat relatif mudah diterapkan. Meski demikian, kemampuannya dalam melakukan regresi juga membuat algoritma ini berguna untuk berbagai persoalan prediksi numerik.
KNN juga dikenal sebagai algoritma lazy learning. Sebutan ini bukan berarti algoritma tidak melakukan pekerjaan, melainkan karena KNN tidak membangun model prediksi secara eksplisit pada tahap pelatihan. Algoritma hanya menyimpan data pelatihan dan melakukan sebagian besar perhitungan ketika menerima data baru yang perlu diklasifikasikan atau diprediksi.
Pendekatan tersebut membuat KNN juga disebut sebagai metode pembelajaran berbasis contoh instance-based learning atau memory-based learning.
Sejarah Singkat Algoritma KNN
Konsep awal KNN telah dikembangkan sejak pertengahan abad ke-20. Evelyn Fix dan Joseph Hodges dikenal sebagai dua peneliti yang memperkenalkan gagasan dasar mengenai klasifikasi berbasis tetangga terdekat melalui penelitian pada 1951.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Thomas Cover, yang memperluas pemahaman mengenai metode klasifikasi tetangga terdekat melalui penelitiannya yang berjudul Nearest Neighbor Pattern Classification.
Seiring perkembangan ilmu komputer dan teknologi pengolahan data, KNN menjadi salah satu algoritma dasar yang banyak digunakan dalam penelitian dan penerapan machine learning. Kesederhanaan konsep, kemudahan implementasi, serta kemampuannya menangani berbagai jenis permasalahan menjadikan algoritma ini tetap relevan hingga saat ini.
Walaupun saat ini tersedia berbagai algoritma pembelajaran mesin yang lebih kompleks dan efisien untuk skala besar, KNN masih digunakan dalam pembelajaran ilmu data, pengenalan pola, analisis data, dan pengembangan sistem prediksi sederhana.
Bagaimana Cara Kerja Algoritma KNN?
Cara kerja KNN didasarkan pada prinsip bahwa data yang memiliki karakteristik serupa cenderung memiliki jarak yang berdekatan dalam ruang fitur. Algoritma ini membandingkan data baru dengan data yang sudah tersedia, kemudian memilih sejumlah tetangga terdekat untuk menentukan hasil prediksi. Secara umum, proses kerja KNN terdiri dari beberapa tahapan berikut.
-
Menyiapkan data pelatihan
Tahap pertama adalah menyiapkan kumpulan data yang akan digunakan sebagai referensi. Data pelatihan biasanya terdiri dari sejumlah fitur atau karakteristik yang relevan serta label kategori untuk tugas klasifikasi.Sebagai contoh, untuk mengklasifikasikan jenis buah, data dapat mencakup berat, diameter, warna, dan tekstur. Setiap data buah yang sudah diketahui jenisnya akan digunakan sebagai referensi untuk mengidentifikasi buah baru.
Sebelum digunakan, data perlu diperiksa dan dibersihkan dari kesalahan, nilai yang tidak lengkap, atau informasi yang tidak relevan. Jika fitur memiliki rentang nilai yang sangat berbeda, proses normalisasi atau standardisasi juga perlu dilakukan agar perhitungan jarak tidak didominasi oleh fitur tertentu.
-
Menentukan nilai K
Huruf K pada KNN menunjukkan jumlah neighbors terdekat yang akan dipertimbangkan ketika membuat prediksi. Nilai ini merupakan salah satu parameter utama yang memengaruhi hasil klasifikasi atau regresi.Sebagai contoh, apabila nilai K ditetapkan sebesar 3, algoritma akan mencari tiga data pelatihan yang memiliki jarak paling dekat dengan data baru. Jika K ditetapkan sebesar 7, algoritma akan mempertimbangkan tujuh Neighbors terdekat.
Pemilihan nilai K perlu disesuaikan dengan karakteristik data. Nilai K yang terlalu kecil dapat membuat prediksi sangat dipengaruhi oleh data yang berisik atau pencilan (outlier). Sebaliknya, nilai K yang terlalu besar dapat menyebabkan algoritma mempertimbangkan data yang kurang relevan sehingga batas antarkategori menjadi kurang jelas.
-
Menghitung jarak antar-data
Setelah menentukan nilai K, algoritma menghitung jarak antara data baru dan setiap data dalam kumpulan data pelatihan. Perhitungan ini digunakan untuk mengukur seberapa dekat karakteristik keduanya.Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah jarak Euclidean. Metode ini menghitung jarak lurus antara dua titik dalam ruang multidimensi berdasarkan perbedaan nilai setiap fitur. Semakin kecil jarak yang diperoleh, semakin dekat karakteristik kedua data tersebut berdasarkan fitur yang diukur.Selain Euclidean, KNN juga dapat menggunakan metode lain, seperti jarak Manhattan dan jarak Minkowski. Pemilihan metrik jarak bergantung pada jenis data, karakteristik fitur, dan kebutuhan analisis.
-
Memilih Neighbors terdekat
Setelah seluruh jarak dihitung, algoritma mengurutkan data pelatihan berdasarkan jaraknya dari data baru. Selanjutnya, KNN memilih sejumlah data dengan jarak terkecil sesuai nilai K yang telah ditentukan. Data-data tersebut menjadi neighbors terdekat yang akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan hasil prediksi. -
Menentukan hasil prediksi
Pada klasifikasi, KNN menggunakan kelas yang paling banyak ditemukan di antara neighbors terdekat sebagai hasil prediksi. Metode ini dikenal sebagai majority voting atau pemungutan suara berdasarkan kelas terbanyak.Jika terdapat lebih dari dua kategori, kelas dengan jumlah suara terbanyak di antara neighbors tetap dapat dipilih meskipun tidak memperoleh lebih dari 50% suara. Secara teknis, pendekatan ini disebut plurality voting.
Sementara itu, untuk regresi, algoritma menghitung rata-rata nilai target dari neighbors terdekat. Dalam beberapa penerapan, jarak juga dapat digunakan sebagai bobot sehingga tetangga yang lebih dekat memiliki pengaruh lebih besar terhadap hasil prediksi.
Melalui tahapan tersebut, KNN dapat menentukan kategori maupun memperkirakan nilai berdasarkan kemiripan data yang telah tersedia.
Memahami Peran Nilai K dalam Algoritma KNN
Nilai K merupakan salah satu faktor penting yang menentukan performa algoritma KNN. Pemilihan nilai ini memengaruhi seberapa luas lingkungan data yang digunakan untuk membuat prediksi.
Jika K bernilai 1, algoritma hanya mempertimbangkan satu neighbors terdekat. Pendekatan ini memungkinkan model mengikuti pola data pelatihan secara sangat terperinci. Namun, model juga menjadi lebih sensitif terhadap gangguan, kesalahan pengukuran, dan pencilan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan overfitting, yaitu ketika model terlalu menyesuaikan diri dengan data pelatihan sehingga kemampuan prediksinya terhadap data baru menjadi kurang baik.
Sebaliknya, penggunaan nilai K yang besar membuat algoritma mempertimbangkan lebih banyak Neighbors. Hal ini dapat mengurangi pengaruh gangguan dari satu atau beberapa data tertentu. Akan tetapi, jika nilai K terlalu besar, model dapat menjadi terlalu sederhana dan mengabaikan pola lokal yang penting. Kondisi ini dikenal sebagai underfitting.
Mempertimbangkan lebih banyak Neighbors sehingga hasil prediksi cenderung lebih stabil, tetapi dapat mengaburkan pola lokal. Dalam praktiknya, nilai K tidak ditentukan hanya berdasarkan satu aturan. Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah cross-validation. Teknik ini membagi data menjadi beberapa bagian untuk menguji performa model dengan berbagai nilai K.
Nilai K yang menghasilkan performa validasi sesuai kebutuhan dapat dipilih sebagai parameter model. Untuk klasifikasi dengan dua kelas, nilai K ganjil sering digunakan untuk mengurangi kemungkinan hasil seri. Namun, penggunaan angka ganjil tidak menjamin tidak adanya hasil seri, terutama jika jumlah kelas lebih dari dua.
Selain nilai K, pemilihan metrik jarak, skala fitur, distribusi kelas, dan ukuran data juga perlu dipertimbangkan agar algoritma dapat menghasilkan prediksi yang sesuai.
Penerapan Algoritma KNN dalam Machine Learning
KNN telah digunakan dalam berbagai bidang yang membutuhkan pengelompokan data, pengenalan pola, dan prediksi berdasarkan kemiripan karakteristik. Kemudahan implementasinya membuat algoritma ini dapat diterapkan pada berbagai jenis permasalahan.
-
Prapemrosesan Data
KNN dapat digunakan dalam prapemrosesan data, khususnya untuk menangani nilai yang hilang (missing values). Metode ini dikenal sebagai imputasi berbasis KNN (KNN imputation). Algoritma mencari sejumlah data yang memiliki karakteristik serupa dengan data yang mengandung nilai kosong. Nilai yang hilang kemudian diperkirakan berdasarkan nilai dari tetangga terdekat tersebut.Pendekatan ini dapat membantu mempertahankan informasi dalam kumpulan data sehingga tidak semua baris yang memiliki nilai kosong harus dihapus.
-
Sistem Rekomendasi
KNN dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem rekomendasi yang menyarankan produk, film, musik, atau konten berdasarkan kemiripan preferensi pengguna. Misalnya, sebuah platform digital dapat membandingkan riwayat tontonan, penilaian, atau aktivitas pengguna untuk menemukan pengguna lain dengan pola perilaku serupa. Konten yang disukai oleh pengguna dengan karakteristik serupa kemudian dapat direkomendasikan.Meskipun demikian, penggunaan KNN pada platform dengan jutaan pengguna perlu mempertimbangkan kebutuhan komputasi dan penyimpanan yang besar.
-
Keuangan dan Perbankan
Dalam industri keuangan, KNN dapat digunakan untuk membantu analisis kelayakan kredit, pengelompokan nasabah, serta identifikasi pola transaksi yang mencurigakan. Sebagai contoh, bank dapat membandingkan profil pemohon pinjaman baru dengan data nasabah sebelumnya berdasarkan pendapatan, riwayat pembayaran, jumlah pinjaman, dan karakteristik lainnya.KNN juga dapat diterapkan dalam penelitian untuk memperkirakan pergerakan harga saham, nilai tukar mata uang, dan instrumen keuangan lainnya. Namun, prediksi tersebut memiliki keterbatasan karena pergerakan pasar dipengaruhi banyak faktor yang tidak selalu tercermin dalam data historis.
-
Layanan Kesehatan
KNN dapat digunakan dalam penelitian medis untuk membantu mengklasifikasikan kondisi pasien berdasarkan karakteristik klinis, hasil pemeriksaan laboratorium, maupun data kesehatan lainnya. Salah satu penerapannya adalah memperkirakan risiko penyakit tertentu dengan membandingkan karakteristik pasien dengan data pasien sebelumnya. Algoritma ini juga telah diteliti untuk membantu klasifikasi kanker prostat, risiko serangan jantung, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.Dalam penerapan klinis, hasil KNN tetap perlu dievaluasi melalui validasi medis dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun keputusan tenaga kesehatan profesional.
-
Pengenalan Pola
KNN banyak digunakan dalam pengenalan pola (pattern recognition), termasuk klasifikasi teks, pengenalan karakter, dan identifikasi angka tulisan tangan.Sebagai contoh, algoritma dapat digunakan untuk mengenali angka pada formulir, dokumen, atau amplop surat. Sistem membandingkan karakteristik angka yang baru diterima dengan contoh angka yang sudah memiliki label. Jika pola angka tersebut paling dekat dengan sejumlah contoh angka tertentu, algoritma akan mengklasifikasikannya ke dalam kategori yang sesuai.
-
Keamanan Siber
Dalam keamanan siber, KNN dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi aktivitas jaringan yang tidak biasa, mengklasifikasikan lalu lintas jaringan, dan mendeteksi indikasi intrusi.Algoritma dapat membandingkan karakteristik aktivitas jaringan yang sedang berlangsung dengan pola aktivitas yang sudah diketahui. Perbedaan karakteristik tertentu dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas mencurigakan.
KNN dapat menjadi bagian dari sistem deteksi anomali atau pendukung analisis keamanan, meskipun penggunaannya perlu dikombinasikan dengan metode lain untuk menghadapi serangan yang terus berkembang.
Kelebihan Algoritma KNN
KNN memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya tetap digunakan dalam pembelajaran mesin, khususnya untuk kebutuhan klasifikasi dan regresi yang tidak memerlukan proses pelatihan kompleks.
-
Mudah dipahami dan diterapkan
Salah satu keunggulan utama KNN adalah konsepnya yang sederhana. Algoritma ini tidak membutuhkan proses pembentukan model matematis yang rumit. Pengguna cukup menentukan nilai K, memilih metrik jarak, dan membandingkan data baru dengan data pelatihan. Kesederhanaan tersebut menjadikan KNN sebagai salah satu algoritma yang cocok dipelajari oleh pemula yang ingin memahami konsep dasar machine learning. -
Tidak membutuhkan proses pelatihan yang kompleks
KNN termasuk lazy learning, sehingga tidak memerlukan proses pelatihan yang melibatkan optimasi parameter model seperti pada sejumlah algoritma lainnya.Ketika data pelatihan baru ditambahkan, data tersebut dapat langsung disimpan dan digunakan dalam prediksi berikutnya tanpa harus melatih ulang model secara menyeluruh. Meskipun demikian, penambahan data dapat meningkatkan waktu pencarian tetangga terdekat.
-
Dapat digunakan untuk klasifikasi dan regresi
KNN memiliki fleksibilitas dalam menangani dua jenis permasalahan utama dalam pembelajaran terawasi. Klasifikasi digunakan untuk memprediksi kategori, sedangkan regresi digunakan untuk memperkirakan nilai numerik. Fleksibilitas tersebut memungkinkan algoritma diterapkan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari pengenalan pola hingga perkiraan harga. -
Memiliki sedikit hiperparameter
Dibandingkan dengan sejumlah algoritma pembelajaran mesin lainnya, KNN memiliki jumlah hiperparameter utama yang relatif sedikit. Parameter yang perlu diperhatikan terutama mencakup jumlah tetangga (K), metrik jarak, dan pembobotan tetangga jika digunakan. Hal ini membuat proses konfigurasi dan pengujian model relatif mudah dilakukan. -
Mudah beradaptasi dengan data baru
Karena KNN menyimpan data pelatihan sebagai referensi, penambahan sampel baru dapat langsung memperkaya kumpulan data yang digunakan untuk prediksi. Kemampuan tersebut bermanfaat pada situasi ketika data terus diperbarui. Namun, data baru tetap perlu melalui pemeriksaan kualitas dan penyesuaian prapemrosesan agar tidak menurunkan performa model.
Kekurangan Algoritma KNN
Di balik kelebihannya, KNN juga mempunyai beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan sebelum digunakan dalam proyek machine learning.
-
Membutuhkan memori dan waktu komputasi yang besar
KNN menyimpan seluruh data pelatihan untuk digunakan ketika prediksi dilakukan. Ketika jumlah data semakin besar, kebutuhan memori dan ruang penyimpanan juga meningkat. Selain itu, proses pencarian tetangga terdekat dapat membutuhkan waktu yang cukup lama karena algoritma harus menghitung atau membandingkan jarak dengan banyak titik data. Hal ini membuat KNN kurang efisien untuk kumpulan data berukuran sangat besar jika menggunakan pencarian secara langsung.Sejumlah teknik, seperti KD-Tree dan Ball-Tree, dapat mempercepat pencarian tetangga pada kondisi tertentu. Namun, efektivitas teknik tersebut bergantung pada dimensi, distribusi, dan karakteristik data. -
Rentan terhadap kutukan dimensionalitas
KNN dapat mengalami curse of dimensionality ketika menangani data dengan jumlah fitur yang sangat banyak. Dalam ruang berdimensi tinggi, jarak antara titik-titik data cenderung menjadi kurang informatif untuk membedakan tingkat kemiripan. Akibatnya, konsep tetangga terdekat menjadi kurang efektif dan performa prediksi dapat menurun.Masalah ini dapat diatasi melalui seleksi fitur, pengurangan dimensi, dan pemilihan representasi data yang lebih relevan. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA).
-
Rentan terhadap overfitting dan underfitting
Pemilihan nilai K yang tidak sesuai dapat menyebabkan model mengalami overfitting maupun underfitting. Nilai K yang terlalu kecil membuat hasil prediksi sangat bergantung pada sedikit data sehingga mudah terpengaruh noise dan pencilan. Sebaliknya, nilai K yang terlalu besar dapat mengaburkan pola lokal karena algoritma mempertimbangkan terlalu banyak tetangga yang mungkin tidak relevan.Untuk mengurangi risiko tersebut, pemilihan nilai K sebaiknya dilakukan melalui pengujian dan validasi silang, bukan hanya berdasarkan perkiraan. -
Sensitif terhadap skala fitur
KNN menggunakan perhitungan jarak untuk menentukan kemiripan data. Oleh karena itu, fitur yang memiliki rentang nilai lebih besar dapat mendominasi hasil perhitungan jarak jika skala data tidak disesuaikan.Sebagai contoh, ketika data memiliki fitur usia dengan rentang 18–70 dan pendapatan dengan rentang jutaan hingga puluhan juta, fitur pendapatan dapat memberikan pengaruh yang jauh lebih besar dalam perhitungan jarak. Normalisasi atau standardisasi diperlukan agar fitur-fitur yang relevan memiliki kontribusi yang lebih seimbang sesuai kebutuhan analisis.
-
Dipengaruhi oleh data yang tidak seimbang
KNN dapat mengalami kesulitan ketika kumpulan data memiliki distribusi kelas yang tidak seimbang (imbalanced data). Jika salah satu kategori memiliki jumlah sampel yang jauh lebih banyak, kategori tersebut berpotensi mendominasi hasil pemungutan suara.Akibatnya, algoritma mungkin lebih sering memprediksi kelas mayoritas meskipun data baru sebenarnya termasuk kelas minoritas. Untuk mengatasinya, dapat digunakan teknik penyeimbangan data, pembobotan berdasarkan jarak, atau evaluasi dengan metrik yang sesuai, seperti precision, recall, dan F1-score.
Perbedaan KNN dengan Algoritma Machine Learning Lainnya
KNN memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan algoritma pembelajaran mesin lain, seperti Decision Tree, Support Vector Machine (SVM), dan Logistic Regression.
| Aspek | KNN | Decision Tree | SVM |
| Pendekatan | Berbasis kedekatan | Berbasis aturan percabangan | Berbasis pemisah kelas |
| Pelatihan | Minimal | Membentuk struktur tree | Mengoptimalkan batas pemisah |
| Prediksi | Mencari neighbors terdekat | Menelusuri pohon | Menggunakan fungsi keputusan |
| Interpretasi | Relatif mudah secara konsep | Umumnya mudah | Bergantung pada kernel |
| Skalabilitas | Dapat mahal saat prediksi | Bergantung pada ukuran tree | Bergantung pada jumlah data dan kernel |
KNN cenderung mudah diterapkan ketika struktur hubungan data dapat direpresentasikan melalui jarak. Sementara itu, Decision Tree membentuk aturan keputusan berdasarkan fitur, sedangkan SVM mencari batas pemisah yang memaksimalkan margin antarkelas.
Tidak ada satu algoritma yang selalu sesuai untuk semua permasalahan. Pemilihannya perlu mempertimbangkan karakteristik data, kebutuhan interpretasi, kecepatan prediksi, sumber daya komputasi, dan hasil evaluasi.
Kesimpulan
K-Nearest Neighbors (KNN) merupakan algoritma machine learning yang sederhana, fleksibel, dan mampu digunakan untuk klasifikasi maupun regresi. Dengan memanfaatkan kedekatan antara data, algoritma ini dapat menentukan kategori atau memperkirakan nilai berdasarkan informasi dari sejumlah tetangga terdekat.
KNN memiliki keunggulan berupa kemudahan implementasi, sedikit hiperparameter utama, serta kemampuan beradaptasi terhadap penambahan data. Algoritma ini juga telah diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sistem rekomendasi, keuangan, kesehatan, pengenalan pola, dan keamanan siber.
Namun, KNN memiliki keterbatasan dalam hal kebutuhan memori, waktu komputasi, sensitivitas terhadap skala fitur, serta penurunan efektivitas pada data berdimensi tinggi. Pemilihan nilai K dan metrik jarak yang tepat juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan prediksi yang akurat.
Dengan memahami cara kerja, kelebihan, dan kekurangannya, KNN dapat dimanfaatkan secara tepat sebagai salah satu pendekatan dasar dalam pengembangan sistem pembelajaran mesin. Algoritma ini tetap relevan, terutama untuk memahami konsep klasifikasi berbasis kemiripan dan sebagai model pembanding ketika mengevaluasi metode pembelajaran mesin lainnya.
