OpenAI Klaim Pecahkan Masalah Matematika Navier-Stokes
- Rita Puspita Sari
- •
- 19 jam yang lalu
Ilustrasi Soal Matematika
OpenAI mengklaim berhasil mencapai terobosan besar dalam matematika dengan menemukan solusi untuk masalah Navier-Stokes, salah satu persoalan matematika paling sulit yang telah menjadi tantangan selama hampir satu abad. Yang menarik, solusi tersebut dihasilkan bukan oleh satu model AI, melainkan oleh sekitar 10.000 agen AI yang bekerja secara bersamaan selama 88 jam.
Masalah Navier-Stokes merupakan salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang ditetapkan Clay Mathematics Institute pada 2000. Masing-masing masalah menawarkan hadiah sebesar US$1 juta bagi solusi yang memenuhi ketentuan lembaga tersebut. Hingga kini, Clay masih mencantumkan Navier-Stokes sebagai masalah terbuka, sehingga klaim OpenAI belum otomatis berarti persoalan tersebut telah resmi dinyatakan terpecahkan.
10.000 Agen AI Bekerja Bersamaan
Dalam pengumumannya, OpenAI menjelaskan bahwa upaya tersebut dimulai setelah perusahaan mendengar rumor bahwa dua masalah Millennium Prize telah berhasil dipecahkan. Pada 1 September 2026, OpenAI kemudian mengerahkan sistem multiagen berbasis model internal yang saat itu belum dirilis kepada publik untuk menguji sejumlah masalah matematika terbuka.
Sistem tersebut menggunakan sekitar 10.000 agen yang bekerja secara paralel. Para agen dibagi ke dalam kelompok-kelompok dan diberi kesempatan mengeksplorasi pendekatan berbeda. Mereka juga dapat berkomunikasi di dalam kelompok, membaca informasi dari internet yang telah disimpan dalam cache, serta menjalankan kode untuk membantu proses pencarian solusi.
Sebelum mengarahkan seluruh sumber daya ke Navier-Stokes, para agen OpenAI terlebih dahulu berhasil menghasilkan hasil pada persoalan terkait, yakni regularitas persamaan Euler. Hampir 100 agen bekerja selama sekitar 50 jam untuk menghasilkan sanggahan terhadap regularitas Euler. Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan bagi sistem untuk melanjutkan pencarian pada Navier-Stokes.
OpenAI menyebut agen-agen tersebut akhirnya memperoleh solusi untuk Navier-Stokes pada 5 September, sekitar 88 jam setelah upaya dimulai. Setelah itu, dibutuhkan tambahan waktu sekitar 17 jam untuk memformalkan dan memverifikasi hasil tersebut menggunakan Lean dan GPT-6 Astra.
Skala komputasinya juga sangat besar. OpenAI mengatakan seluruh eksperimen pada berbagai masalah menghasilkan sekitar 4,9 juta pesan dan 300 miliar token keluaran. Khusus untuk upaya Navier-Stokes, agen menghasilkan sekitar 2,7 juta pesan dan menggunakan sekitar 130 miliar token.
Apa Sebenarnya Masalah Navier-Stokes?
Navier-Stokes adalah sekumpulan persamaan yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana fluida seperti air dan udara bergerak. Persamaan ini memiliki peran penting dalam fisika dan teknik, termasuk dalam memahami aliran udara di sekitar pesawat, turbulensi, hingga pergerakan air.
Namun, tantangan matematisnya jauh lebih mendasar. Pertanyaan utama dalam masalah Millennium Prize tersebut adalah apakah solusi tiga dimensi untuk persamaan Navier-Stokes selalu ada dan tetap halus, atau apakah solusi tersebut dapat mengalami singularitas dalam waktu tertentu. Clay Mathematics Institute menjelaskan bahwa meskipun persamaan tersebut telah digunakan selama lebih dari satu abad, pemahaman matematis terhadap solusi-solusinya masih belum lengkap.
Menurut OpenAI, bukti yang dihasilkan menunjukkan adanya kondisi ketika solusi dapat mengalami apa yang disebut blow-up, yakni besaran tertentu dalam persamaan menjadi tidak terbatas dalam waktu terbatas. Perusahaan menyatakan hasil tersebut kemudian diformalkan dan diverifikasi menggunakan sistem pembuktian Lean.
Namun, status resmi masalah tersebut tetap menjadi persoalan tersendiri. Clay Mathematics Institute memiliki prosedur khusus untuk mengakui penyelesaian Millennium Prize Problems, termasuk proses publikasi dan verifikasi oleh komunitas matematika. Karena itu, klaim yang dibuat OpenAI perlu dibedakan dari pengakuan resmi bahwa salah satu Millennium Prize Problem telah selesai.
Muncul Kontroversi dengan Matematikawan
Di balik klaim terobosan tersebut, muncul perselisihan mengenai bagaimana OpenAI mencapai hasilnya.
Tristan Buckmaster, profesor matematika di New York University, bersama Levent Alpöge dari Anthropic, sebelumnya telah mengerjakan persoalan yang berkaitan erat dengan Navier-Stokes. Mereka menggunakan sejumlah alat AI, termasuk Codex, dalam penelitian mereka.
Buckmaster kemudian mempertanyakan apakah pekerjaan mereka mungkin secara tidak langsung berpengaruh terhadap hasil OpenAI. Kekhawatiran tersebut muncul karena sebagian pekerjaan peneliti menggunakan Codex, produk OpenAI yang terhubung dengan server perusahaan.
Meski demikian, Buckmaster juga menegaskan bahwa ia tidak mengetahui apa yang dilakukan model OpenAI dan tidak menuduh perusahaan melakukan tindakan tertentu. OpenAI sendiri membantah telah mengakses materi penelitian privat tersebut. Perusahaan mengatakan tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan bahwa data dari penggunaan produknya oleh pengguna dapat membantu meningkatkan model, tetapi itu berbeda dari klaim bahwa timnya mengakses penelitian pribadi secara langsung.
Kontroversi ini membuat pencapaian matematis tersebut sekaligus menjadi perdebatan mengenai transparansi, atribusi, penggunaan data, dan batas antara penelitian manusia dengan sistem AI.
OpenAI Tidak Mengejar Hadiah US$1 Juta
Meski masalah Navier-Stokes merupakan salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems, OpenAI menyatakan tidak berniat mengklaim hadiah US$1 juta dari Clay Mathematics Institute. Hadiah tersebut memang disediakan untuk solusi masing-masing masalah, tetapi pengakuan resmi memiliki mekanisme tersendiri.
Bagi OpenAI, nilai utama pencapaian ini tampaknya lebih berkaitan dengan kemampuan AI dalam melakukan penelitian matematika tingkat lanjut. Perusahaan menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari upaya menunjukkan bagaimana AI dapat membantu ilmuwan menghadapi persoalan yang sebelumnya dianggap sangat sulit.
Terlepas dari apakah klaim tersebut nantinya diterima sebagai solusi resmi oleh komunitas matematika, eksperimen ini menunjukkan perubahan penting dalam cara komputer digunakan untuk penelitian. AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat untuk menghitung atau menjawab pertanyaan, tetapi mulai digunakan sebagai sistem yang dapat menjalankan banyak proses pencarian, menguji hipotesis, menggabungkan hasil, hingga membantu menghasilkan pembuktian formal.
Pada saat yang sama, kasus Navier-Stokes menunjukkan bahwa kemampuan tersebut juga membawa tantangan baru. Ketika ribuan agen AI dapat bekerja selama berhari-hari dengan kapasitas komputasi sangat besar, pertanyaan tentang siapa yang menemukan solusi, bagaimana solusi tersebut diperoleh, dari mana ide awal berasal, dan bagaimana hasilnya diverifikasi secara independen menjadi semakin penting.
Dengan demikian, terobosan OpenAI bukan hanya cerita tentang AI yang berhasil menghadapi salah satu persoalan matematika paling terkenal di dunia. Ini juga menjadi ujian bagi dunia akademik untuk menentukan bagaimana penemuan yang dihasilkan oleh sistem AI seharusnya diperiksa, dipublikasikan, dan diakui. Untuk saat ini, OpenAI telah mengajukan klaim dan bukti yang dapat diperiksa, sementara status Navier-Stokes sebagai masalah terbuka masih tercantum di situs resmi Clay Mathematics Institute.
