AI MediScribe Ubah Percakapan Dokter Jadi Rekam Medis Otomatis
- Rita Puspita Sari
- •
- 15 jam yang lalu
Krisna Parahita Chief Technology Officer (CTO) MediScribe
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya AI lebih banyak dikenal sebagai teknologi yang membantu analisis data dan meningkatkan akurasi diagnosis, kini teknologi tersebut mulai berperan dalam mengurangi beban administrasi tenaga medis sehingga mereka dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari MediScribe, sebuah solusi AI yang dirancang khusus untuk membantu proses dokumentasi medis secara otomatis. Dalam ajang Healthcare Executive Roundtable 2026, Chief Technology Officer (CTO) MediScribe, Krisna Parahita, menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat mengembalikan esensi utama layanan kesehatan, yakni hubungan yang lebih manusiawi antara tenaga medis dan pasien.
Menurut Krisna, tantangan terbesar yang dihadapi rumah sakit dan fasilitas kesehatan saat ini bukan hanya persoalan keterbatasan tenaga medis, tetapi juga tingginya beban administrasi yang harus diselesaikan setiap hari.
“Di ruang pemeriksaan, dokter dan perawat sering kali harus membagi perhatian antara mendengarkan pasien dan mengisi rekam medis elektronik. Padahal kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada komunikasi dan perhatian penuh kepada pasien,” ujar Krisna Parahita.
Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, interaksi yang seharusnya hangat dan personal justru terganggu oleh aktivitas mengetik dan menginput data ke komputer selama konsultasi berlangsung.
Ketika Teknologi Mengganggu Interaksi Manusia
Dalam praktik sehari-hari, tenaga kesehatan menghabiskan cukup banyak waktu untuk mendokumentasikan hasil pemeriksaan. Saat pasien datang ke fasilitas kesehatan, perawat biasanya harus mencatat berbagai informasi mulai dari tekanan darah, suhu tubuh, berat badan hingga data administrasi lainnya ke dalam sistem.
Kondisi serupa juga terjadi pada dokter. Selama sesi konsultasi, dokter harus mendengarkan keluhan pasien sambil memasukkan berbagai informasi ke sistem rekam medis elektronik. Akibatnya, perhatian dokter menjadi terbagi.
“Kontak mata yang seharusnya menjadi bagian penting dari komunikasi antara dokter dan pasien sering kali hilang karena dokter harus melihat layar komputer. Ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berpengaruh terhadap pengalaman pasien,” kata Krisna.
Menurutnya, berkurangnya interaksi langsung dapat membuat pasien merasa kurang diperhatikan meskipun secara medis pelayanan yang diberikan tetap sesuai standar.
Konsep patient-centered communication atau komunikasi yang berpusat pada pasien menjadi semakin sulit diwujudkan ketika tenaga medis lebih banyak berinteraksi dengan layar dibandingkan dengan pasien yang sedang mereka tangani.
MediScribe, Asisten AI untuk Dokumentasi Medis
Untuk menjawab tantangan tersebut, MediScribe menghadirkan teknologi AI yang mampu mendengarkan percakapan antara dokter, perawat, dan pasien, kemudian secara otomatis mengubah percakapan tersebut menjadi dokumentasi medis yang terstruktur.
Dengan teknologi ini, tenaga kesehatan tidak perlu lagi mengetik seluruh hasil konsultasi secara manual. Sistem akan melakukan proses transkripsi, analisis, hingga penyusunan rekam medis secara otomatis.
Cara kerjanya cukup sederhana. Perangkat MediScribe ditempatkan di meja konsultasi saat pemeriksaan berlangsung. Selanjutnya sistem akan mendengarkan percakapan yang terjadi secara aman dan privat. Setelah sesi konsultasi selesai, seluruh dialog akan diproses menggunakan teknologi AI dan dikonversi menjadi catatan medis yang telah tersusun rapi.
“Kami ingin menghilangkan hambatan administratif yang selama ini menyita perhatian tenaga medis. Dengan begitu dokter dapat kembali fokus kepada pasien, bukan kepada keyboard atau layar komputer,” jelas Krisna.
Menyusun Rekam Medis Secara Otomatis
Salah satu keunggulan utama MediScribe adalah kemampuannya menghasilkan dokumentasi medis dalam format S.O.A.P yang telah menjadi standar di berbagai fasilitas kesehatan.
Format tersebut terdiri dari:
- Subjective (S), yaitu informasi yang disampaikan pasien terkait gejala, keluhan, dan riwayat kesehatan.
- Objective (O), yaitu data hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital yang dapat diukur.
- Assessment (A), berupa interpretasi klinis dan diagnosis yang dibuat oleh dokter.
- Plan (P), yaitu rencana terapi, pengobatan, dan tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Selain itu, MediScribe juga mampu memberikan rekomendasi kode diagnosis ICD-10 secara otomatis serta membantu penyusunan draft resep obat berdasarkan hasil konsultasi yang sedang berlangsung.
“AI tidak menggantikan dokter. AI membantu mengurangi pekerjaan administratif sehingga dokter dapat menggunakan waktunya untuk hal yang lebih bernilai, yaitu berinteraksi dan mengambil keputusan klinis,” ujar Krisna.
Meningkatkan Pengalaman Pasien
Pemanfaatan AI dalam dokumentasi medis dinilai mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi pasien. Dengan berkurangnya kebutuhan untuk mengetik dan mencatat secara manual, dokter dapat memberikan perhatian penuh selama konsultasi berlangsung. Pasien pun merasa lebih didengar dan dihargai.
Menurut Krisna, pengalaman pasien menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan MediScribe.
“Pasien datang ke rumah sakit bukan hanya untuk mendapatkan diagnosis, tetapi juga ingin didengarkan. Kami percaya teknologi harus membantu memperkuat hubungan manusia, bukan menggantikannya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran AI justru dapat membuat layanan kesehatan terasa lebih personal karena tenaga medis memiliki lebih banyak waktu untuk berkomunikasi secara langsung dengan pasien.
Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan Rumah Sakit
MediScribe menawarkan dua pilihan implementasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi kesehatan.
Pilihan pertama adalah model Cloud (Software as a Service/SaaS) yang dikelola sepenuhnya oleh MediScribe. Melalui model ini, rumah sakit dan klinik dapat menggunakan layanan dengan cepat tanpa perlu menyiapkan infrastruktur tambahan.
Keunggulannya meliputi pembaruan sistem otomatis, skalabilitas yang fleksibel, serta pengelolaan keamanan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh tim MediScribe.
Sementara itu, bagi rumah sakit yang memiliki kebutuhan keamanan dan kepatuhan regulasi yang lebih ketat, tersedia opsi On-Premise. Pada model ini, seluruh sistem berjalan di pusat data milik rumah sakit atau cloud privat sehingga data pasien tidak pernah keluar dari lingkungan internal institusi.
“Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu kami menyediakan fleksibilitas penuh, baik melalui cloud maupun instalasi on-premise yang menjaga data tetap berada di dalam infrastruktur rumah sakit,” jelas Krisna.

Didukung Intel, AI Berjalan Sepenuhnya Offline
Salah satu keunggulan yang menjadi pembeda MediScribe adalah kemampuannya menjalankan AI secara penuh tanpa koneksi internet. Solusi ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Intel dan memanfaatkan prosesor Intel Core Ultra 3 yang dilengkapi akselerator AI pada CPU, GPU, dan NPU.
Melalui teknologi tersebut, seluruh proses mulai dari perekaman suara, transkripsi percakapan, hingga penyusunan dokumen medis dilakukan langsung di perangkat (on-device AI).
Artinya, tidak ada data yang dikirim ke cloud selama proses berlangsung.
“Privasi data pasien merupakan prioritas utama. Karena seluruh proses dilakukan secara lokal, percakapan pasien tidak perlu meninggalkan ruang konsultasi,” ujar Krisna.
Pendekatan ini dinilai sangat relevan bagi rumah sakit yang memiliki kebijakan ketat terkait keamanan data, privasi pasien, dan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan.
Tersedia untuk Klinik hingga Jaringan Rumah Sakit Besar
Untuk menjangkau berbagai segmen fasilitas kesehatan, MediScribe menyediakan tiga tingkat layanan. MediScribe Lite ditujukan bagi klinik atau praktik dokter yang ingin memanfaatkan AI tanpa melakukan integrasi dengan sistem yang sudah ada.
MediScribe Pro menawarkan integrasi melalui API dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sehingga dokumentasi dapat langsung masuk ke rekam medis pasien. Sedangkan MediScribe Enterprise dirancang untuk rumah sakit besar yang menginginkan integrasi penuh ke dalam platform SIMRS yang telah digunakan.
Dengan pendekatan tersebut, MediScribe dapat diadopsi mulai dari klinik kecil hingga jaringan rumah sakit berskala nasional.
Mengembalikan Sisi Manusiawi Pelayanan Kesehatan
Di tengah semakin pesatnya transformasi digital sektor kesehatan, MediScribe membawa pendekatan yang berbeda. Alih-alih menggantikan peran manusia, teknologi AI digunakan untuk mengurangi pekerjaan administratif yang membebani tenaga medis.
Melalui pendekatan ini, dokter dan perawat dapat kembali memberikan perhatian penuh kepada pasien, membangun komunikasi yang lebih baik, serta menciptakan pengalaman layanan kesehatan yang lebih personal.
“Visi kami sederhana, yaitu mengembalikan sisi manusiawi dalam pelayanan kesehatan. Ketika teknologi mengambil alih pekerjaan administratif, tenaga medis memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang paling penting, yaitu merawat pasien,” tutup Krisna Parahita.
