Microsoft Perkenalkan Autopilot, Agen AI yang Kerja Mandiri
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Microsoft Office
Microsoft memperkenalkan pengalaman baru Microsoft Copilot dengan menghadirkan tiga kemampuan utama, yakni Home, Code, dan Autopilot. Pembaruan ini dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan, membangun aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga mengotomatiskan berbagai tugas tanpa harus terus-menerus memberikan perintah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Microsoft untuk mengembangkan Copilot dari sekadar asisten percakapan menjadi platform AI yang mampu menangani berbagai kebutuhan pekerjaan, mulai dari tugas sederhana hingga proses bisnis yang kompleks.
Melalui pembaruan tersebut, Microsoft juga memperluas integrasi Copilot dengan Microsoft 365, memperkuat pemanfaatan data perusahaan melalui Microsoft IQ, serta menghadirkan fitur pengelolaan biaya AI untuk membantu organisasi mengoptimalkan investasi teknologi.
Home dan Code akan mulai diluncurkan melalui program Frontier dalam beberapa minggu mendatang. Sementara itu, Autopilot yang sebelumnya dikenal dengan nama Scout akan diperluas ke tahap private preview pada akhir Oktober.
Microsoft Hadirkan Home, Code, dan Autopilot
Ketiga kemampuan baru tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan yang berbeda. Home menjadi pusat aktivitas pengguna, Code memungkinkan pengguna membangun aplikasi menggunakan bahasa alami, sedangkan Autopilot berfungsi sebagai agen AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri.
Melalui pendekatan ini, pengguna dapat mengelola pekerjaan, membuat solusi digital, dan mengotomatiskan proses bisnis dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Home, Pusat Aktivitas Baru Microsoft Copilot
Home menjadi halaman utama baru Copilot yang menggabungkan Chat dan Cowork dalam satu tempat. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat aktivitas terbaru, memperoleh rekomendasi pekerjaan yang dapat dibantu AI, serta melanjutkan tugas yang sebelumnya belum selesai.
Chat dirancang untuk kebutuhan interaksi cepat dan percakapan langsung. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan, mencari informasi, membuat draf dokumen, meminta ringkasan, hingga memperoleh pembaruan mengenai pekerjaan yang sedang dilakukan.
Sementara itu, Cowork ditujukan untuk pekerjaan yang lebih kompleks dan dapat didelegasikan kepada AI. Pengguna cukup menjelaskan tugas yang ingin diselesaikan, kemudian Copilot akan menjalankan proses tersebut dari awal hingga akhir untuk menghasilkan pekerjaan yang siap ditinjau.
Sebagai contoh, Cowork dapat membantu menyiapkan tanggapan terhadap permintaan proposal atau request for proposal (RFP), membuat materi peluncuran produk, menyusun laporan pelanggan, hingga menyiapkan dokumen penutupan keuangan.
Ke depannya, Microsoft berencana menghadirkan kemampuan yang memungkinkan pengguna tidak perlu lagi memilih Chat, Cowork, atau Code secara manual. Pengguna cukup menjelaskan pekerjaan yang diinginkan, kemudian Copilot akan menentukan kemampuan yang paling sesuai untuk menyelesaikannya.
Integrasi Word, Excel, dan PowerPoint
Microsoft juga menghadirkan Office in Copilot yang mengintegrasikan kemampuan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint langsung ke dalam pengalaman Copilot.
Melalui integrasi ini, pengguna dapat membuat atau memperbarui dokumen, spreadsheet, dan presentasi yang dapat diedit tanpa harus berpindah ke aplikasi Office secara terpisah.
Pengguna dapat meminta Copilot membuat laporan peluncuran produk, menyusun anggaran, membangun presentasi, atau melanjutkan dokumen yang sedang dikerjakan bersama tim. Hasilnya berupa file yang dapat diedit secara langsung, bukan sekadar jawaban dalam bentuk teks.
Fitur kolaborasi juga diperkuat melalui kemampuan menyebut rekan kerja menggunakan @mention. Perubahan yang dilakukan anggota tim dapat ditampilkan secara langsung sehingga seluruh pihak dapat bekerja menggunakan dokumen yang sama.
Microsoft turut menghadirkan sejumlah peningkatan pada aplikasi Office. PowerPoint kini dapat mempertahankan konsistensi desain presentasi sesuai identitas merek secara otomatis. Pengguna juga dapat menyempurnakan slide, mengatur gambar, serta menerapkan templat khusus.
Di Excel, pengguna dapat melihat perubahan yang dilakukan Copilot maupun kolaborator lain, termasuk alasan di balik perubahan tersebut. Copilot juga dapat merekomendasikan jenis grafik yang sesuai untuk memvisualisasikan data.
Selain itu, Microsoft 365 Skills menghadirkan keahlian khusus langsung di dalam aplikasi, seperti kemampuan keuangan di Excel dan keahlian hukum di Word. Organisasi dapat memanfaatkan alur kerja yang dapat digunakan kembali sesuai peran untuk memperluas penerapan praktik kerja terbaik.
Code, Memungkinkan Siapa Pun Membangun Aplikasi dengan AI
Microsoft memperkenalkan Code sebagai kemampuan baru yang memungkinkan pengguna membangun aplikasi, dasbor, otomatisasi, dan alur kerja menggunakan bahasa alami.
Selama ini, dokumen, spreadsheet, dan presentasi menjadi bentuk utama hasil pekerjaan digital. Melalui Code, Microsoft ingin memperkenalkan solusi digital khusus sebagai bentuk baru yang dapat dibuat oleh siapa pun, termasuk pengguna tanpa latar belakang pemrograman.
Pengguna cukup menjelaskan aplikasi atau solusi yang ingin dibuat. Copilot kemudian menentukan pendekatan yang sesuai dan membangun solusi berdasarkan instruksi tersebut.
Code dapat digunakan untuk membuat berbagai kebutuhan, mulai dari widget desktop yang menampilkan informasi penting, dasbor interaktif untuk mengeksplorasi data dan menguji berbagai skenario, hingga aplikasi internal berbasis cloud yang dapat dibagikan kepada rekan kerja.
Kemampuan Code didukung teknologi dasar yang sama dengan GitHub Copilot. Microsoft juga menyatakan bahwa Code berjalan dalam lingkungan sandbox untuk membantu menjaga keamanan proses eksekusi kode.
Solusi yang dibuat dapat dihosting secara aman di dalam lingkungan perusahaan atau tenant Microsoft 365. Dengan dukungan Microsoft IQ, aplikasi yang dibuat melalui Code dapat memanfaatkan konteks pekerjaan organisasi. Plugin yang digunakan juga dapat disinkronkan secara otomatis.
Untuk mendukung penerapannya, Microsoft memperkenalkan Copilot Managed Runtime, yaitu infrastruktur hosting yang memungkinkan kode berjalan secara aman di dalam lingkungan Microsoft 365 perusahaan. Infrastruktur ini dikelola oleh tim teknologi informasi (IT), tetapi tetap memungkinkan pengguna membagikan aplikasi kepada rekan kerja, menghubungkannya dengan data langsung, serta mengaksesnya dari berbagai lokasi.
Copilot Managed Runtime juga menjadi fondasi bagi aplikasi yang dibuat melalui Cowork, Code, dan Copilot Studio. Microsoft turut membuka infrastruktur ini bagi pengembang pihak ketiga dan pengembang profesional.
Code akan mulai diperkenalkan melalui program Frontier, dengan ketersediaan yang lebih luas dalam beberapa minggu berikutnya. Microsoft juga merencanakan versi pratinjau untuk pelanggan Microsoft 365 Premium dan Pro pada akhir tahun.
Autopilot, Agen AI yang Bekerja Secara Mandiri
Fitur ketiga yang diperkenalkan adalah Autopilot, yang sebelumnya dikenal dengan nama Scout. Berbeda dengan Chat yang merespons perintah secara langsung, Autopilot merupakan agen AI yang dirancang untuk bekerja secara berkelanjutan, proaktif, dan personal.
Pengguna dapat memberikan nama, peran, serta tujuan tertentu kepada Autopilot. Setelah itu, agen AI ini dapat menjalankan tugas, memantau saluran komunikasi, menindaklanjuti percakapan, mengerjakan pekerjaan rutin, hingga melanjutkan proyek yang telah dimulai beberapa hari sebelumnya tanpa harus menunggu instruksi baru.
Sebagai contoh, Autopilot dapat membantu mengelola proses evaluasi pemasok secara menyeluruh. Agen ini dapat menyusun jadwal, membuat rencana kerja, mempersiapkan rapat, mengelola tindak lanjut, hingga meminta pembaruan informasi dari pihak-pihak terkait.
Autopilot berjalan di cloud sehingga tetap dapat bekerja ketika pengguna sedang tidak aktif, beristirahat, atau mengerjakan tugas lainnya.
Agen ini memiliki identitas, memori, komputer, dan ruang kerja sendiri di dalam lingkungan perusahaan. Dengan dukungan Microsoft IQ, Autopilot dapat memahami konteks operasional dan informasi organisasi yang relevan dengan pekerjaannya.
Autopilot juga terintegrasi dengan aplikasi yang telah digunakan perusahaan, termasuk Microsoft Teams, Outlook, obrolan, kanal, dan dokumen. Pengguna dapat menyebut Autopilot menggunakan @mention sebagaimana berinteraksi dengan rekan kerja.
Meski mampu menjalankan tugas secara mandiri, Autopilot tetap berada dalam batasan izin, audit, dan tata kelola organisasi. Pengguna menentukan tujuan serta batasan yang harus dipatuhi, sementara agen menangani pelaksanaan tugas dan memberikan informasi mengenai perkembangannya.
Microsoft berencana memperluas Autopilot ke tahap private preview pada akhir Oktober sebagai bagian dari pengembangan kemampuan agen AI di lingkungan kerja.
Microsoft IQ Perluas Konteks Bisnis Copilot
Untuk meningkatkan relevansi hasil yang diberikan AI, Microsoft memperluas konteks bisnis yang dapat diakses Copilot melalui Microsoft IQ, sebuah platform kecerdasan terpadu untuk AI perusahaan. Microsoft IQ menghubungkan operasional bisnis dengan pengetahuan organisasi dalam satu tampilan yang dapat digunakan Copilot dan agen AI, dengan tetap memperhatikan keamanan serta tata kelola data.
Salah satu pengembangan yang diperkenalkan adalah Fabric IQ, yang membawa konteks tepercaya dari data perusahaan, termasuk lebih dari 20 juta model semantik di Power BI, ke dalam Copilot.
Fabric IQ telah tersedia secara umum untuk Chat dan Cowork, sementara integrasi dengan Code akan diperkenalkan melalui program Frontier. Microsoft juga berencana menghadirkan integrasi Copilot dengan data dan alur kerja dari Dynamics 365 serta Power Platform melalui tahap public preview.
Dengan integrasi tersebut, Copilot dapat memanfaatkan informasi bisnis yang relevan secara langsung. Misalnya, ketika seorang tenaga penjualan sedang menyusun proposal, Copilot dapat memasukkan riwayat transaksi pelanggan dan tiket dukungan ke dalam dokumen tanpa harus mencari informasi secara manual di berbagai aplikasi.
Microsoft juga memperkenalkan registri plugin terpadu yang menggabungkan plugin dari Microsoft, mitra, dan pengembang khusus dalam satu katalog.
Melalui registri ini, tim IT dapat menyetujui dan mengelola plugin secara terpusat. Sementara itu, pengembang dan mitra dapat menerbitkan plugin satu kali untuk memperluas kemampuan Copilot di berbagai pengalaman yang didukung.
FinOps for AI untuk Mengelola Biaya Penggunaan AI
Seiring meningkatnya penggunaan AI dan agen otonom, Microsoft turut memperkenalkan kemampuan baru FinOps for AI untuk membantu perusahaan mengelola pengeluaran serta mengoptimalkan nilai bisnis dari investasi AI.
Microsoft membedakan model biaya berdasarkan jenis penggunaan. Untuk pekerjaan sehari-hari seperti mencari informasi, membuat draf, menyusun ringkasan, dan melakukan analisis, pengguna dapat memanfaatkan lisensi berlangganan atau user subscription license (USL).
Lisensi ini mencakup Copilot di Chat serta aplikasi Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Teams, termasuk pemilihan model dan akses ke kemampuan baru. Salah satu fitur utama dalam skema tersebut adalah Auto, yang mempertimbangkan akurasi, kecepatan, dan biaya untuk menentukan model AI yang paling sesuai bagi setiap permintaan.
Sementara itu, pekerjaan berbasis agen yang lebih kompleks menggunakan skema usage-based billing (UBB). Melalui model ini, perusahaan dapat memilih model AI dan menyesuaikan pengeluaran dengan nilai yang dihasilkan. Cowork, Code, Autopilot, serta model AI tingkat lanjut seperti Astra dan Fable termasuk dalam penggunaan berbasis UBB.
Microsoft juga memperluas pengelolaan biaya melalui Agent 365, Insights, dan Copilot. Administrator dapat menetapkan kebijakan pengeluaran, mengatur keluarga model yang dapat digunakan oleh kelompok pengguna tertentu, serta mengelola permintaan kredit melalui alur persetujuan yang sudah tersedia.
Selain itu, pemimpin bisnis dan administrator dapat menganalisis tugas Cowork yang menghasilkan manfaat paling besar untuk menentukan penggunaan AI yang perlu dipertahankan, diperluas, atau dioptimalkan.
Pengguna juga dapat melihat penggunaan kredit, sisa saldo, dan riwayat penggunaan secara langsung melalui Microsoft Copilot. Dengan demikian, pengelolaan biaya AI dapat dilakukan secara lebih transparan dalam batasan yang ditetapkan organisasi.
Fitur Baru Copilot yang Akan Hadir Berikutnya
Microsoft turut memberikan gambaran mengenai sejumlah fitur yang sedang dikembangkan untuk memperkuat pengalaman Copilot, salah satunya adalah Today.
Today merupakan pusat aktivitas personal dan proaktif yang akan hadir di Home. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memahami pekerjaan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari email, kalender, percakapan Teams, rapat, hingga daftar tugas.
Today tidak hanya menampilkan informasi yang terlewat, tetapi juga dapat membantu menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, menyiapkan draf yang siap diedit, mengusulkan perubahan jadwal, hingga menyiapkan tindak lanjut yang sebelumnya terlupakan. Today direncanakan memasuki tahap private preview pada Oktober dan selanjutnya akan tersedia di Outlook serta Teams.
Microsoft juga mengembangkan kemampuan @Copilot di Teams yang memungkinkan seluruh anggota tim memanfaatkan konteks dan izin bersama dari kanal, obrolan grup, maupun rapat.
Melalui kemampuan ini, pengguna dapat meminta Copilot menjelaskan alasan di balik keputusan suatu proyek berdasarkan percakapan sebelumnya. Copilot juga dapat membantu menyiapkan tinjauan lintas fungsi yang mencakup ketergantungan pekerjaan, penanggung jawab, pertanyaan yang belum terjawab, serta keputusan yang perlu diambil.
Fitur @Copilot di Teams direncanakan memasuki tahap private preview pada akhir Oktober.
Copilot Menuju Platform Kerja Berbasis Agen AI
Pembaruan Microsoft Copilot menunjukkan perluasan peran AI dalam lingkungan kerja, dari asisten yang menjawab pertanyaan menjadi platform yang dapat membantu membuat aplikasi, mengelola pekerjaan, dan menjalankan proses bisnis secara berkelanjutan.
Kombinasi Home, Code, dan Autopilot memberikan pendekatan berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengguna, mulai dari pekerjaan sederhana hingga otomatisasi tugas yang kompleks. Integrasi dengan Microsoft 365, Microsoft IQ, serta berbagai layanan bisnis juga memungkinkan Copilot bekerja dengan konteks yang lebih relevan.
Di sisi lain, Microsoft turut memberikan perhatian pada keamanan, tata kelola, dan pengelolaan biaya melalui lingkungan eksekusi yang terkontrol serta kemampuan FinOps for AI.
