Demi AI, Meta PHK Ribuan Karyawan dan Hentikan Rekrutmen
- Rita Puspita Sari
- •
- 21 jam yang lalu
Ilustrasi Meta
Perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta Platforms kembali mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada tahun 2026. Kali ini, perusahaan memastikan sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya akan terkena PHK pada 20 Mei mendatang.
Keputusan tersebut diumumkan langsung kepada para karyawan melalui memo internal pada Kamis. Dalam dokumen yang diperoleh Bloomberg, Chief People Officer Meta, Janelle Gale, menjelaskan bahwa pengumuman ini sebenarnya dipercepat setelah informasi terkait PHK lebih dulu bocor ke media.
Langkah ini menjadi salah satu upaya besar perusahaan dalam menjalankan strategi efisiensi sekaligus mengimbangi besarnya investasi Meta di bidang artificial intelligence (AI).
Meski masih memiliki sekitar 6.000 posisi kerja yang sebelumnya direncanakan untuk diisi, Meta memutuskan untuk menghentikan sementara proses perekrutan. Perusahaan memilih menahan ekspansi tenaga kerja sambil menyesuaikan arah bisnis yang kini semakin berfokus pada pengembangan teknologi AI.
“Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan dengan lebih efisien dan untuk menyeimbangkan investasi lain yang sedang kami lakukan,” tulis Gale dalam memo tersebut.
Pada awal 2026, Meta tercatat memiliki hampir 79.000 karyawan di seluruh dunia. Dengan pemangkasan 10 persen ini, diperkirakan sekitar 8.000 pekerja akan terdampak hingga akhir Mei.
Bagi karyawan yang terkena PHK, perusahaan menyiapkan paket pesangon berupa gaji pokok selama 16 minggu, ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerja. Email pemberhentian kerja disebut akan mulai dikirim dalam beberapa pekkan ke depan.
AI Jadi Fokus Utama
Gelombang PHK ini tidak bisa dilepaskan dari langkah besar Meta dalam memperkuat infrastruktur AI. Perusahaan diketahui baru meluncurkan sistem AI internal yang dirancang untuk meniru dan mengotomatisasi berbagai alur kerja manusia.
Sistem tersebut diperkirakan akan menggantikan sejumlah peran di berbagai divisi, mulai dari pengembangan perangkat lunak, pembuatan konten, hingga pekerjaan operasional lainnya.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, disebut terus mengalihkan anggaran perusahaan ke pembangunan infrastruktur AI berskala besar. Strategi ini menjadi bagian dari transformasi besar Meta dalam menghadapi persaingan industri teknologi global yang kini semakin didominasi pengembangan AI generatif.
Menurut laporan Bloomberg, Meta bahkan diperkirakan akan mencatat belanja modal tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun ini. Nilainya mencapai miliaran dollar AS, termasuk untuk kerja sama strategis dengan berbagai penyedia layanan AI.
Tidak hanya itu, para karyawan juga mulai didorong untuk menggunakan agen AI internal dalam pekerjaan sehari-hari, seperti menulis kode pemrograman, menyusun konten, hingga membantu analisis pekerjaan teknis lainnya.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mulai menjadi bagian inti dari sistem kerja perusahaan.
Gelombang PHK Keempat Sepanjang 2026
PHK kali ini menjadi gelombang keempat yang dilakukan Meta hanya dalam kurun waktu 2026. Sebelumnya, perusahaan juga telah melakukan pengurangan tenaga kerja di sejumlah divisi seperti Reality Labs, tim perekrutan, hingga bagian penjualan.
Reality Labs sendiri merupakan divisi yang menangani proyek metaverse dan perangkat virtual reality milik Meta. Divisi ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pusat investasi terbesar perusahaan, meski juga terus mencatat kerugian besar.
Serangkaian PHK ini menunjukkan bahwa Meta tengah melakukan penyesuaian besar terhadap prioritas bisnisnya. Jika sebelumnya perusahaan sangat agresif membangun metaverse, kini fokus utama tampak bergeser ke pengembangan AI yang dianggap lebih cepat memberikan dampak bisnis nyata.
Janelle Gale mengakui bahwa keputusan ini bukan kabar yang mudah diterima oleh para pekerja.
“Saya tahu ini adalah kabar yang tidak menyenangkan dan konfirmasi ini membuat semua orang merasa tidak nyaman, tetapi kami merasa ini adalah langkah terbaik ke depan, mengingat situasi yang ada,” tulisnya.
Meta dijadwalkan akan mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 pada pekan depan. Laporan tersebut diperkirakan akan menjadi penjelasan lebih lanjut mengenai arah bisnis perusahaan, termasuk seberapa besar investasi AI memengaruhi strategi operasional dan pengurangan jumlah karyawan.
Fenomena ini juga memperlihatkan tren baru di industri teknologi global, di mana perusahaan besar mulai mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia untuk pekerjaan tertentu dan menggantinya dengan sistem berbasis AI yang dinilai lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
