Kenalan dengan Hermes Agent, Agen AI Otonom untuk Server Pribadi
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Artificial Intelligence
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus bergerak menuju era yang lebih mandiri. Jika selama ini masyarakat mengenal chatbot atau AI copilot yang hanya merespons perintah pengguna, kini hadir sebuah konsep baru bernama Hermes Agent, agen AI otonom yang dirancang untuk bekerja secara berkelanjutan, belajar dari pengalaman, dan mengembangkan kemampuannya sendiri dari waktu ke waktu.
Dikembangkan oleh Nous Research dan diperkenalkan pada Februari 2026, Hermes Agent menawarkan pendekatan berbeda dalam dunia AI. Alih-alih menjadi asisten virtual yang hanya aktif saat diminta, Hermes dirancang untuk hidup di server atau komputer pengguna, menyimpan memori jangka panjang, serta menjalankan berbagai tugas secara otomatis tanpa pengawasan terus-menerus.
Kemunculan Hermes Agent menjadi salah satu langkah penting dalam evolusi AI generatif menuju agen digital yang mampu bekerja layaknya asisten pribadi profesional yang selalu siap membantu kapan saja.
AI yang Mengingat dan Terus Belajar
Salah satu keunggulan utama Hermes Agent adalah kemampuan memori persistennya. Sistem ini memungkinkan AI untuk mengingat berbagai informasi penting seperti preferensi pengguna, proyek yang sedang dikerjakan, hingga lingkungan kerja yang digunakan.
Kemampuan tersebut membuat pengguna tidak perlu lagi menjelaskan konteks yang sama berulang kali setiap kali memulai sesi baru. Semakin lama Hermes digunakan, semakin banyak informasi yang dipelajari sehingga respons dan bantuannya menjadi lebih relevan dan personal.
Konsep ini berbeda dengan sebagian besar chatbot konvensional yang sering kali kehilangan konteks ketika sesi percakapan berakhir. Hermes dirancang untuk mempertahankan pengetahuan yang telah diperoleh sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih alami dan efisien.
Menciptakan Keterampilan Secara Otomatis
Tidak hanya mampu mengingat, Hermes Agent juga dapat menciptakan keterampilan baru secara otomatis. Ketika berhasil menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah yang kompleks, sistem akan mendokumentasikan langkah-langkah penyelesaiannya dalam bentuk dokumen keterampilan atau skill.
Dokumen tersebut kemudian dapat digunakan kembali ketika menghadapi masalah serupa di masa depan. Dengan kata lain, Hermes tidak hanya belajar, tetapi juga membangun perpustakaan pengetahuan yang terus berkembang.
Seluruh keterampilan yang dibuat dapat dicari, dibagikan kepada pengguna lain, dan kompatibel dengan standar terbuka agentskills.io. Pendekatan ini memungkinkan komunitas untuk saling bertukar kemampuan dan mempercepat pengembangan ekosistem agen AI.
Terhubung ke Berbagai Platform Sekaligus
Hermes Agent juga hadir dengan kemampuan multi-platform yang menjadikannya fleksibel untuk berbagai kebutuhan komunikasi.
Melalui satu gateway, pengguna dapat menghubungkan Hermes ke berbagai layanan populer seperti Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, Signal, hingga terminal berbasis Command Line Interface (CLI).
Fitur ini memungkinkan percakapan berjalan lintas platform tanpa hambatan. Sebagai contoh, pengguna dapat memulai diskusi dengan Hermes melalui Telegram saat bepergian, kemudian melanjutkannya dari terminal komputer ketika kembali bekerja di kantor.
Selain itu, Hermes juga mendukung transkripsi pesan suara sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih praktis dan efisien.
Otomatisasi Tugas Tanpa Pengawasan
Di era digital saat ini, banyak organisasi membutuhkan sistem yang dapat menjalankan tugas rutin secara otomatis. Hermes Agent menawarkan solusi melalui fitur penjadwalan bawaan berbasis cron.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat membuat berbagai alur kerja otomatis seperti laporan harian, pencadangan data setiap malam, audit mingguan, hingga ringkasan informasi setiap pagi.
Seluruh proses dapat berjalan tanpa perlu intervensi manusia secara langsung. Hal ini berpotensi menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas, terutama bagi tim teknologi informasi, pengembang perangkat lunak, maupun organisasi yang mengelola infrastruktur digital dalam skala besar.
Mendukung Banyak Pekerjaan Secara Paralel
Keunggulan lain yang ditawarkan Hermes adalah kemampuan menjalankan sub-agen paralel. Fitur ini memungkinkan sistem membuat beberapa agen terpisah yang bekerja secara independen untuk menangani tugas yang berbeda pada waktu yang sama. Setiap sub-agen memiliki percakapan dan lingkungan terminalnya sendiri sehingga pekerjaan dapat dibagi dan diproses secara bersamaan.
Kemampuan tersebut sangat bermanfaat untuk proyek-proyek kompleks yang membutuhkan banyak tahapan atau alur kerja paralel. Dengan cara ini, produktivitas dapat meningkat tanpa membebani satu agen utama.
Browser AI dengan Kendali Penuh
Hermes Agent tidak hanya bekerja di terminal, tetapi juga mampu mengendalikan browser secara langsung. Sistem dapat melakukan pencarian web, membaca isi halaman, mengklik tombol, mengisi formulir, mengetik teks, hingga mengambil tangkapan layar secara otomatis.
Kemampuan ini membuat Hermes dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti riset informasi, pemantauan situs web, pengumpulan data, hingga otomatisasi proses yang biasanya dilakukan secara manual.
Tidak berhenti di situ, Hermes juga dilengkapi kemampuan analisis visual, pembuatan gambar berbasis AI, text-to-speech, serta dukungan penalaran menggunakan berbagai Large Language Model (LLM).
Infrastruktur yang Fleksibel
Hermes Agent dirancang agar dapat berjalan di berbagai lingkungan komputasi. Pengguna dapat menjalankannya langsung di komputer lokal, dalam container Docker yang lebih aman, melalui koneksi SSH ke server jarak jauh, maupun pada lingkungan komputasi awan dan High Performance Computing (HPC).
Fleksibilitas ini membuat Hermes cocok digunakan oleh individu, startup, peneliti AI, hingga perusahaan besar yang membutuhkan agen otomatis dalam skala luas.
Untuk mendukung kebutuhan model AI yang beragam, Hermes juga kompatibel dengan berbagai penyedia layanan LLM, termasuk Nous Portal, OpenRouter, API khusus yang kompatibel dengan OpenAI, hingga sistem vLLM yang dijalankan secara lokal tanpa bergantung pada layanan cloud.
Fokus pada Keamanan dan Privasi
Di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait privasi data pengguna, Hermes Agent mengusung pendekatan yang cukup menarik. Sistem ini tidak mengumpulkan telemetri maupun data penggunaan. Seluruh data dan memori disimpan secara lokal di perangkat pengguna sehingga kendali tetap berada di tangan pemilik sistem.
Selain itu, Hermes menerapkan berbagai mekanisme keamanan seperti pembatasan hak akses container, penggunaan root filesystem hanya-baca, serta pembatasan proses untuk meminimalkan risiko keamanan.
Karena menggunakan lisensi MIT, seluruh kode sumber Hermes tersedia secara terbuka dan dapat diaudit oleh siapa saja. Transparansi ini menjadi nilai tambah bagi organisasi yang mengutamakan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi.
Cara Instalasi Hermes Agent
Salah satu keunggulan Hermes adalah proses instalasinya yang relatif sederhana.
Persyaratan Sistem
Hermes mendukung:
- Linux
- macOS
- WSL2 pada Windows
Untuk pengguna Windows, pengembang menyarankan menggunakan WSL2 karena dukungan Windows native masih dalam tahap eksperimental.
Langkah 1: Instal Hermes Agent
Buka Terminal kemudian jalankan perintah berikut:
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/NousResearch/hermes-agent/main/scripts/install.sh | bash
Perintah tersebut akan secara otomatis:
- Menginstal Python 3.11.
- Menginstal UV package manager.
- Mengunduh repositori Hermes.
- Mengatur seluruh dependensi yang dibutuhkan.
Menariknya, proses ini tidak memerlukan akses sudo pada sebagian besar konfigurasi.
Langkah 2: Konfigurasi Model AI
Setelah instalasi selesai, jalankan:
hermes setup
Wizard interaktif akan membantu pengguna menghubungkan Hermes ke penyedia model AI seperti:
- Nous Portal
- OpenRouter
- OpenAI Compatible API
- Local vLLM
Langkah 3: Menjalankan Hermes
Untuk memulai menggunakan Hermes Agent:
hermes
Perintah ini akan membuka antarmuka CLI lengkap yang sudah mendukung memori, skill, tools, dan berbagai kemampuan otomatisasi.
Langkah 4: Menghubungkan ke Telegram atau WhatsApp
Jika ingin menggunakan Hermes melalui aplikasi pesan:
hermes gateway setup
Ikuti petunjuk untuk menghubungkan akun Telegram, Discord, Slack, atau WhatsApp.
Setelah selesai jalankan:
hermes gateway
Agar aktif otomatis saat server menyala:
hermes gateway install
Langkah 5: Memperbarui Hermes
Untuk mendapatkan fitur terbaru:
hermes update
Perintah ini akan mengunduh pembaruan dan memasang ulang dependensi yang diperlukan.
Platform untuk Pelatihan AI Masa Depan
Menariknya, Hermes tidak hanya berfungsi sebagai agen otomatis, tetapi juga sebagai platform untuk pengembangan dan pelatihan AI.
Sistem ini mampu menghasilkan ribuan data interaksi secara paralel yang dapat dimanfaatkan untuk pelatihan model AI. Hermes juga mendukung eksperimen Reinforcement Learning (RL) melalui integrasi dengan Atropos.
Selain itu, data percakapan dapat diekspor ke format ShareGPT sehingga memudahkan proses fine-tuning model AI baru. Fitur kompresi data yang dimiliki Hermes membantu mengoptimalkan penggunaan token selama proses pelatihan.
Kemampuan tersebut menjadikan Hermes menarik tidak hanya bagi pengguna umum, tetapi juga bagi peneliti dan pengembang AI yang membutuhkan data berkualitas untuk meningkatkan performa model mereka.
Menuju Era Agen AI Mandiri
Kehadiran Hermes Agent menunjukkan arah baru perkembangan kecerdasan buatan. Jika sebelumnya AI lebih banyak berperan sebagai alat bantu pasif yang menunggu instruksi, kini teknologi mulai bergerak menuju agen digital yang mampu belajar, mengingat, merencanakan, dan bekerja secara mandiri.
Dengan kombinasi memori jangka panjang, kemampuan belajar otomatis, dukungan multi-platform, serta fokus pada privasi dan keterbukaan, Hermes Agent berpotensi menjadi salah satu proyek open-source paling menarik di tahun 2026.
Bagi pengguna yang ingin memiliki asisten AI yang benar-benar berjalan di infrastruktur sendiri dan terus berkembang dari waktu ke waktu, Hermes Agent menawarkan gambaran nyata tentang bagaimana masa depan agen AI otonom akan bekerja.
