IBM Luncurkan Sovereign Core untuk Kendali AI dan Data Lokal
- Rita Puspita Sari
- •
- 18 jam yang lalu
Ilustrasi IBM
Isu kedaulatan digital kembali menjadi sorotan seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor industri. Jika sebelumnya kedaulatan digital identik dengan lokasi penyimpanan data atau data residency, kini tantangannya jauh lebih kompleks. Menjawab perubahan tersebut, IBM memperkenalkan IBM Sovereign Core, sebuah fondasi perangkat lunak baru yang dirancang untuk menjadikan kedaulatan sebagai sifat bawaan sistem, bukan sekadar janji kontrak.
Selama bertahun-tahun, diskusi tentang kedaulatan digital lebih banyak berpusat pada pertanyaan “di mana data disimpan?”. Pendekatan ini dinilai cukup relevan ketika sistem teknologi informasi masih bersifat statis dan berbasis data tradisional. Namun, kehadiran AI telah mengubah segalanya. Sistem AI modern bekerja secara dinamis, berjalan terus-menerus saat digunakan, serta mengandalkan data dan model yang sangat sensitif.
Tak hanya itu, AI juga menghadirkan tantangan baru dari sisi regulasi. Aspek seperti akuntabilitas, kemampuan audit, transparansi, hingga tata kelola menjadi perhatian utama regulator di berbagai negara. Kondisi ini mendorong perubahan cara pandang terhadap kedaulatan digital.
Kedaulatan Tak Lagi Sekadar Lokasi Data
Dalam konteks saat ini, kedaulatan digital tidak lagi cukup dimaknai sebagai tempat data berada. Konsep tersebut kini meluas ke sejumlah aspek krusial, seperti siapa yang mengoperasikan platform dan berada di bawah otoritas hukum apa, di mana model AI dijalankan, serta bagaimana proses inferensi atau pengambilan keputusan oleh AI diatur.
Selain itu, kedaulatan juga mencakup siapa yang memiliki akses administratif ke sistem dan bagaimana akses tersebut dikendalikan secara ketat. Yang tak kalah penting, organisasi dituntut untuk mampu membuktikan kepatuhan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui dokumen atau laporan statis, melainkan lewat bukti operasional yang nyata dan dapat diaudit kapan saja.
Perubahan kebutuhan ini menuntut pergeseran arsitektur teknologi secara fundamental. Kedaulatan harus menjadi bagian inheren dari platform, bukan hanya opsi tambahan atau variasi penerapan. Artinya, sistem harus dirancang sejak awal agar mampu menjamin kendali penuh berada di tangan organisasi atau otoritas lokal.
Control Plane di Tangan Pelanggan
IBM Sovereign Core hadir dengan pendekatan yang berbeda dari solusi kedaulatan sebelumnya. Salah satu elemen utamanya adalah control plane yang dioperasikan langsung oleh pelanggan. Dengan model ini, organisasi memiliki kendali penuh atas manajemen platform, keputusan penerapan, serta konfigurasi sistem tanpa harus bergantung pada perantara vendor.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan penerapan identitas digital dan kunci keamanan yang sepenuhnya berada dalam batas wilayah hukum setempat. Seluruh proses autentikasi, otorisasi, manajemen akses, hingga kunci enkripsi tetap berada di bawah kendali pelanggan dan tidak keluar dari yurisdiksi yang ditetapkan.
IBM juga memastikan seluruh log operasional dan data telemetri disimpan dan dikelola secara lokal. Dengan demikian, jejak audit dan data operasional tidak tersebar ke luar batas kedaulatan, sehingga memudahkan pembuktian kepatuhan terhadap regulasi.
Tak kalah penting, IBM Sovereign Core mendukung inferensi AI yang ditata kelola secara ketat. Penerapan model AI, eksekusi inferensi, hingga operasi agen AI dilakukan di bawah pengawasan lokal dengan keterlacakan penuh.
Tiga Prinsip Utama IBM Sovereign Core
IBM membangun Sovereign Core berdasarkan tiga prinsip utama yang membentuk keseluruhan arsitektur dan kapabilitas perangkat lunak ini.
Pertama, kedaulatan adalah kemampuan platform dan harus dapat dibuktikan.
Dalam IBM Sovereign Core, kedaulatan ditegakkan melalui desain arsitektur, bukan hanya melalui kontrak atau kebijakan tambahan. Kendali sistem tidak bergantung pada control plane yang dikelola penyedia layanan, melainkan pada kontrol otomatis yang selalu aktif serta control plane milik pengguna.
Solusi ini dibangun di atas teknologi terbuka dan transparan seperti Red Hat OpenShift. IBM mengadopsi pendekatan air-gapped software, yaitu sistem yang dapat beroperasi layaknya layanan SaaS, namun sepenuhnya berada di bawah kendali perusahaan dan otoritas lokal. Identitas digital, kunci enkripsi, log, telemetri, hingga bukti audit tetap berada di dalam batas kedaulatan.
Kemampuan kepatuhan berkelanjutan juga ditanamkan langsung ke dalam perangkat lunak. Dengan begitu, organisasi dapat menghasilkan bukti kepatuhan yang siap diperiksa regulator kapan saja, tanpa harus melalui proses audit manual yang memakan waktu dan biaya besar.
Kedua, kedaulatan AI adalah sifat utama sistem.
IBM Sovereign Core memungkinkan organisasi membangun klaster berbasis CPU maupun GPU di dalam batas kedaulatan. Organisasi juga dapat menggunakan model AI terbuka maupun proprietary yang telah disetujui, serta mengatur akses ke model, alat, dan sumber pengetahuan melalui gerbang yang terkontrol.
Seluruh proses inferensi AI dan aplikasi berbasis agen dijalankan secara lokal, tanpa mengirimkan data atau telemetri ke penyedia eksternal. Menariknya, IBM tidak hanya menegakkan kedaulatan pada tahap konfigurasi awal, tetapi juga saat sistem berjalan (runtime).
Identitas, akses, penggunaan model, dan aktivitas operasional dipantau dan dicatat secara terus-menerus. Hal ini menciptakan jejak audit yang jelas dan dapat ditelusuri, terutama untuk sistem AI yang digunakan di sektor berdampak tinggi dan sangat teregulasi, seperti keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.
Ketiga, kedaulatan dioperasionalkan untuk kecepatan dan skala.
IBM Sovereign Core dirancang agar dapat diterapkan dengan cepat dan dijalankan secara konsisten dalam skala besar. Melalui satu control plane terpadu, tim terpusat di tingkat lokal dapat mengelola ribuan core dan ratusan node dengan kebutuhan kedaulatan yang berbeda-beda.
Konfigurasi identitas, keamanan, dan kepatuhan dilakukan secara otomatis sejak awal. Selain itu, fitur self-service memungkinkan penyediaan lingkungan CPU, GPU, mesin virtual (VM), hingga inferensi AI secara berulang dan konsisten, baik di lingkungan perusahaan maupun mitra multi-tenant.
Arsitektur Fleksibel dan Terbuka
Dari sisi arsitektur, IBM Sovereign Core menjadikan kedaulatan sebagai sifat bawaan sistem. Solusi ini tetap menawarkan fleksibilitas perangkat keras dan infrastruktur, sehingga dapat diadaptasi sesuai kebutuhan organisasi.
Beberapa komponen utama dalam arsitektur IBM Sovereign Core meliputi portal sebagai antarmuka control plane, fleksibilitas perangkat keras melalui OpenShift dan OpenShift Virtualization, serta modul operasi dan orkestrasi untuk koordinasi otomatis alur kerja platform.
Selain itu, terdapat Compliance Center yang menyediakan kapabilitas tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. IBM juga menghadirkan katalog akselerator modular yang dikurasi untuk membantu pemilik aplikasi menerapkan dan mengoperasikan aplikasi tradisional maupun AI.
Dengan dibangun di atas teknologi terbuka kelas perusahaan, IBM Sovereign Core memungkinkan organisasi memanfaatkan investasi yang sudah ada, baik di lingkungan on-premises, cloud regional, maupun lingkungan mitra. Organisasi tidak perlu membangun ulang fondasi teknologi dari nol untuk mencapai kedaulatan.
Manfaat Nyata bagi Organisasi
Kehadiran IBM Sovereign Core mengubah kedaulatan dari konsep abstrak menjadi kemampuan operasional yang nyata. Organisasi kini dapat beroperasi sepenuhnya di bawah otoritas kedaulatan mereka sendiri, bukan sekadar menerima kendali yang diperluas dari pihak luar.
Selain itu, organisasi dapat membuktikan kepatuhan dan kedaulatan secara langsung melalui operasi sehari-hari. Bukti operasional ini memungkinkan demonstrasi kepatuhan kapan saja, tanpa harus menunggu audit berkala atau menyusun laporan manual.
IBM Sovereign Core juga memungkinkan organisasi menjalankan AI sepenuhnya di dalam batas kedaulatan, dengan tata kelola yang ditegakkan saat runtime. Di sisi lain, solusi ini tetap menawarkan kelincahan layaknya cloud, tanpa mengorbankan kendali.
Dirancang untuk portabilitas dan operasi hibrida, IBM Sovereign Core membantu organisasi menjaga kemandirian jangka panjang. Platform ini dapat dijalankan langsung oleh organisasi atau bekerja sama dengan penyedia layanan lokal tepercaya.
Menuju Operasi Berdaulat di Era AI
IBM mengumumkan bahwa IBM Sovereign Core akan tersedia dalam versi tech preview mulai Februari, dengan ketersediaan umum penuh direncanakan pada pertengahan tahun 2026. IBM juga akan membahas lebih lanjut solusi ini dalam IBM Technology Summit pada 27 Januari 2026.
Dengan hadirnya IBM Sovereign Core, IBM menegaskan komitmennya untuk membantu organisasi menghadapi tantangan kedaulatan digital di era AI. Solusi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi organisasi yang ingin memanfaatkan AI secara maksimal, tanpa mengorbankan kendali, kepatuhan, dan kedaulatan atas sistem mereka sendiri.
