AI Agentik Buka Era Baru Persaingan Cloud dan Sistem Digital
- Rita Puspita Sari
- •
- 22 jam yang lalu
Ilustrasi AI Agentik
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan terus menghadirkan perubahan besar dalam berbagai sektor industri, termasuk layanan komputasi awan atau cloud. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi besar mulai memanfaatkan konsep AI agentik (agentic AI) untuk menciptakan inovasi yang berpotensi mengguncang dominasi pemain lama di pasar cloud global.
Dua perusahaan yang menjadi sorotan adalah Google dan Anthropic. Keduanya menghadirkan teknologi baru yang tidak hanya meningkatkan efisiensi pengembangan sistem digital, tetapi juga berpotensi mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis berbasis teknologi.
Google memperkenalkan standar perdagangan digital baru yang disebut Universal Commerce Protocol (UCP), sementara Anthropic menghadirkan fitur pemrograman berbasis AI yang mampu memodernisasi bahasa pemrograman lama COBOL. Kedua inovasi ini diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap infrastruktur teknologi lama serta membuka peluang baru dalam transformasi digital.
Google Perkenalkan Universal Commerce Protocol
Dalam beberapa pekan terakhir, Google mengumumkan peluncuran Universal Commerce Protocol (UCP), sebuah standar perdagangan digital berbasis AI agentik yang dirancang untuk menyederhanakan proses transaksi online.
UCP memungkinkan berbagai sistem dan agen digital menggunakan bahasa komunikasi yang sama untuk menjalankan berbagai tahapan dalam proses pembelian online. Tahapan tersebut meliputi autentikasi pengguna, proses pembayaran, hingga pengiriman atau pemenuhan pesanan (fulfilment).
Selama ini, perusahaan ritel digital biasanya harus membangun infrastruktur yang cukup kompleks untuk mengelola seluruh proses tersebut. Mereka juga harus menghubungkan berbagai sistem berbeda, seperti layanan pembayaran, platform e-commerce, sistem logistik, hingga aplikasi pihak ketiga.
Proses integrasi ini biasanya dilakukan oleh tim DevOps, yang bertugas menghubungkan berbagai sistem teknologi agar dapat bekerja secara terpadu. Namun dalam praktiknya, integrasi tersebut sering kali memakan waktu lama dan memerlukan biaya yang besar.
Selain itu, banyak perusahaan juga harus menggunakan layanan konsultan teknologi atau profesional khusus untuk menghubungkan sistem lama dengan aplikasi modern. Biaya layanan ini tidak murah dan sering kali menjadi hambatan bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital mereka.
Dengan hadirnya UCP, proses integrasi tersebut diharapkan dapat disederhanakan. Standar ini memungkinkan berbagai sistem berkomunikasi secara langsung tanpa perlu membangun koneksi khusus yang rumit.
Ancaman Baru bagi Raksasa E-Commerce
Kemunculan UCP juga dipandang sebagai potensi ancaman bagi dominasi perusahaan e-commerce besar seperti Amazon. Selama ini Amazon dikenal memiliki ekosistem teknologi yang sangat kuat dan terintegrasi.
Namun jika standar perdagangan digital seperti UCP diadopsi secara luas, perusahaan ritel dapat mengembangkan sistem e-commerce mereka sendiri dengan lebih mudah tanpa terlalu bergantung pada platform besar tertentu.
Menurut analis teknologi, standar terbuka seperti ini dapat menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih fleksibel dan kompetitif.
Mengubah Persaingan di Industri Cloud
Direktur Riset GlobalData, Charlotte Dunlap, menilai langkah Google ini berpotensi mengubah peta persaingan di industri cloud.
Menurutnya, upaya Google untuk menciptakan standar perdagangan digital berbasis AI agentik yang dapat menjadi standar de facto bisa memberikan tekanan besar bagi perusahaan hyperscaler lainnya.
Hyperscaler adalah penyedia layanan cloud berskala besar yang menawarkan berbagai layanan infrastruktur dan platform digital bagi perusahaan.
“Upaya Google untuk menciptakan standar perdagangan agentik yang menjadi acuan umum dapat menjadi pukulan besar bagi para pesaingnya. UCP mengurangi kebutuhan integrasi khusus yang kompleks dan pada akhirnya menggeser keunggulan dari layanan platform yang saling bersaing,” jelas Dunlap.
Jika standar ini berhasil digunakan secara luas, perusahaan tidak lagi terlalu bergantung pada layanan integrasi milik penyedia cloud tertentu. Hal ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan di pasar cloud global.
Selain itu, teknologi ini juga membantu para mitra bisnis memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru.
Anthropic Modernisasi Bahasa Pemrograman Lama
Tidak hanya Google, perusahaan AI Anthropic juga menghadirkan inovasi penting dalam bidang pengembangan perangkat lunak.
Dalam kuartal yang sama, Anthropic memperkenalkan fitur baru pada platform Claude Code yang dirancang untuk membantu pengembang memodernisasi kode yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman lama, khususnya COBOL.
Bahasa pemrograman COBOL pertama kali diperkenalkan pada tahun 1959. Meski tergolong sangat tua dibandingkan bahasa pemrograman modern, COBOL masih digunakan secara luas dalam berbagai sistem penting.
Banyak lembaga pemerintah, perusahaan asuransi, hingga bank besar di seluruh dunia masih menjalankan sistem transaksi inti mereka menggunakan COBOL.
Sebagian besar sistem tersebut berjalan pada komputer mainframe milik IBM, yang dikenal sangat stabil dan mampu menangani transaksi dalam jumlah besar secara konsisten.
Namun seiring berkembangnya teknologi digital, sistem berbasis COBOL mulai dianggap sulit dipelihara dan dikembangkan. Salah satu masalah utamanya adalah semakin sedikit programmer yang memiliki keahlian dalam bahasa pemrograman tersebut.
AI Mempermudah Modernisasi Sistem Lama
Memodernisasi sistem berbasis COBOL bukanlah pekerjaan mudah. Proses ini biasanya melibatkan kegiatan refactoring, yaitu menulis ulang atau memperbaiki kode lama agar dapat berjalan pada sistem yang lebih modern.
Menurut Charlotte Dunlap, bahkan programmer berpengalaman pun sering menghadapi kesulitan besar ketika harus memperbarui kode lama yang kompleks.
“Memperbarui kode lama seperti COBOL merupakan tugas yang sangat menantang bahkan bagi programmer paling terampil di industri,” ungkapnya.
Dengan memanfaatkan teknologi Generative AI, platform Claude Code dapat membantu menganalisis kode lama, memberikan rekomendasi perbaikan, bahkan secara otomatis menghasilkan kode baru yang lebih modern.
Teknologi ini berpotensi mempercepat proses modernisasi aplikasi perusahaan yang selama ini terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia dan kompleksitas sistem lama.
Masa Depan Industri Teknologi
Inovasi yang diperkenalkan oleh Google dan Anthropic menunjukkan bahwa AI agentik mulai memainkan peran penting dalam perkembangan industri teknologi global.
Di satu sisi, standar baru seperti Universal Commerce Protocol dapat menyederhanakan integrasi sistem e-commerce serta mengurangi ketergantungan perusahaan pada layanan platform tertentu.
Di sisi lain, teknologi kecerdasan buatan juga membantu organisasi besar mengatasi tantangan besar dalam memperbarui sistem teknologi lama yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung operasional mereka.
Jika inovasi-inovasi ini berhasil diadopsi secara luas, industri teknologi berpotensi mengalami perubahan besar. Sistem digital yang selama ini kompleks dan terfragmentasi dapat beralih menuju ekosistem yang lebih terstandarisasi, otomatis, dan berbasis kecerdasan buatan.
