Meta Perkenalkan Muse Gadgets untuk Kembangkan Perangkat AI
- Rita Puspita Sari
- •
- 5 jam yang lalu
Ilustrasi Smarthome
Meta memperluas penggunaan Artificial Intelligence (AI) Muse melalui proyek open source bernama Muse Gadgets. Inisiatif ini memungkinkan pengembang merancang perangkat keras sendiri yang terhubung dengan Muse, mulai dari layar elektronik hingga perangkat pintar yang dapat berkomunikasi dengan televisi dan speaker di rumah.
Meta memperkenalkan Muse Gadgets sebagai bagian dari upayanya menjadikan Muse lebih dari sekadar chatbot. Melalui proyek ini, pengembang, penggemar teknologi, dan pehobi elektronika dapat bereksperimen untuk menghadirkan kemampuan AI ke berbagai perangkat fisik.
Untuk mendukung pengembangan, Meta menyediakan firmware open source dan software development kit (SDK) berbasis Linux. Firmware merupakan perangkat lunak yang mengendalikan fungsi dasar perangkat keras, sedangkan SDK menyediakan perangkat dan komponen pengembangan untuk membantu pengembang membangun aplikasi atau mengintegrasikan layanan.
Meta juga membagikan sejumlah ide proyek sebagai titik awal bagi pengguna yang ingin mencoba teknologi tersebut.
Muse Gadgets Buka Peluang Pengembangan Perangkat AI
Salah satu hal menarik dari Muse Gadgets adalah fleksibilitas perangkat keras yang dapat digunakan. Pengembang tidak harus menggunakan perangkat khusus buatan Meta. Mereka dapat memanfaatkan komputer mini seperti Raspberry Pi atau papan pengembangan ESP32 yang banyak digunakan dalam proyek elektronika dan Internet of Things (IoT).
Dengan komponen tersebut, Muse dapat dihubungkan ke berbagai perangkat, termasuk layar, tombol, sensor, dan aktuator. Aktuator merupakan komponen yang mengubah perintah menjadi tindakan fisik, misalnya menggerakkan motor atau mengaktifkan mekanisme tertentu.
Meta memberikan contoh pengembangan berupa penambahan layar tinta elektronik berwarna (color e-ink display) untuk menampilkan informasi dari Muse. Pengembang juga dapat membuat perangkat berbentuk stik yang dihubungkan ke televisi melalui port HDMI.
Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa kemampuan AI berpotensi diintegrasikan ke dalam berbagai bentuk perangkat, sesuai kebutuhan dan kreativitas pengembang.
Pendekatan open source juga memberikan kesempatan bagi komunitas untuk mempelajari, memodifikasi, dan mengembangkan proyek mereka sendiri. Untuk mendukung aktivitas tersebut, Meta menyediakan kanal Discord sebagai tempat berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperoleh bantuan teknis.
Meski demikian, keberhasilan implementasi tetap bergantung pada kemampuan teknis pengembang, kompatibilitas perangkat keras, serta integrasi perangkat dengan sistem Muse.
Meta Kembangkan Muse Home Link
Meta tidak hanya menyediakan perangkat pengembangan bagi komunitas, tetapi juga telah mencoba membuat perangkatnya sendiri.
Nat Friedman, kepala produk di Meta Superintelligence Labs, mengungkapkan melalui unggahan di platform X bahwa perusahaan telah mengembangkan perangkat bernama Muse Home Link.
Perangkat yang menggunakan koneksi daya USB-C tersebut dirancang untuk menghubungkan Muse dengan jaringan rumah. Melalui koneksi ini, Muse dapat berkomunikasi dengan perangkat pintar yang berada di jaringan yang sama, termasuk speaker dan televisi pintar.
Kehadiran Home Link memperlihatkan bagaimana AI dapat diperluas dari interaksi berbasis teks menjadi sarana untuk berinteraksi dengan perangkat di lingkungan rumah. Meta dilaporkan telah memproduksi 5.000 unit Muse Home Link dan membagikannya secara gratis kepada pelanggan Muse selama persediaan masih tersedia.
Unggahan Friedman mengenai perangkat tersebut memperoleh hampir 30.000 penayangan dalam beberapa jam. Respons itu menunjukkan adanya perhatian terhadap upaya Meta menghadirkan AI yang terhubung dengan perangkat fisik, meskipun jumlah penayangan belum dapat dijadikan ukuran pasti permintaan pasar.
Friedman juga menyebutkan bahwa Muse Home Link diperkirakan siap dikirimkan dalam beberapa minggu setelah pengumuman tersebut.
Meta Sasar Pengguna Rumahan hingga Perusahaan
Peluncuran Muse Gadgets menjadi bagian dari strategi Meta untuk memperluas pemanfaatan AI di berbagai sektor. Perusahaan tersebut tidak hanya menyasar pengguna individu, tetapi juga berusaha menjangkau pelaku usaha kecil dan perusahaan besar.
Pada awal pekan yang sama, Meta memperkenalkan Muse for Small Business. Layanan ini tersedia secara gratis dengan batas penggunaan tertentu dan memungkinkan Muse terhubung dengan sejumlah perangkat kerja, seperti Shopify, Dropbox, dan Slack.
Integrasi tersebut berpotensi membantu pelaku usaha memanfaatkan AI dalam aktivitas operasional, mulai dari pengelolaan toko daring hingga koordinasi pekerjaan dan penggunaan layanan penyimpanan berkas.
Meta juga membentuk unit bisnis baru bernama Meta Enterprise Platform untuk mendukung perluasan penawaran AI bagi perusahaan dan pelanggan korporasi.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa Meta berupaya membangun ekosistem AI yang tidak terbatas pada satu aplikasi. Dengan dukungan integrasi layanan bisnis dan pengembangan perangkat keras, Muse berpotensi digunakan dalam lebih banyak konteks, baik untuk kebutuhan pribadi maupun profesional.
Pengembangan AI Tak Lagi Terbatas pada Perangkat Khusus
Muse Gadgets memberikan kesempatan kepada pengembang untuk mengeksplorasi cara baru dalam menghadirkan AI ke perangkat sehari-hari. Dukungan terhadap Raspberry Pi, ESP32, serta berbagai komponen elektronik memungkinkan pengembangan prototipe tanpa harus merancang seluruh sistem dari awal.
Namun, keterbukaan pengembangan bukan berarti semua perangkat dapat langsung terhubung dengan Muse. Pengembang tetap perlu memperhatikan kompatibilitas, kebutuhan perangkat lunak, keamanan koneksi, dan izin akses terhadap perangkat pintar yang digunakan.
Keamanan juga menjadi aspek penting, terutama ketika AI terhubung dengan jaringan rumah atau perangkat yang dapat menjalankan tindakan tertentu. Pengaturan akses yang tepat diperlukan agar integrasi tidak membuka celah bagi pihak yang tidak berwenang.
Jika ekosistem ini berkembang, Muse Gadgets dapat membuka peluang bagi komunitas pengembang untuk menciptakan perangkat AI sesuai kebutuhan masing-masing. Pada saat yang sama, Meta berpeluang memperluas jangkauan Muse dari layanan AI berbasis aplikasi menjadi teknologi yang terintegrasi dengan lingkungan fisik.
Melalui Muse Gadgets, Meta menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak harus berhenti pada percakapan di layar. Dengan dukungan perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat dikembangkan komunitas, kemampuan AI berpotensi hadir dalam semakin banyak perangkat yang digunakan sehari-hari.
