Meta Luncurkan Muse Wonder, AI Jago Coding dan Analisis
- Rita Puspita Sari
- •
- 14 jam yang lalu
Ilustrasi Muse Wonder
Meta resmi memperkenalkan dua model Artificial Intelligence (AI) terbarunya, Muse Wonder dan Muse Wonder Full, pada Senin (12/10/2026). Kedua model ini masuk kategori frontier AI, yakni teknologi AI dengan kemampuan canggih yang dirancang untuk menangani berbagai tugas kompleks, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga pekerjaan profesional.
Meta mengklaim Muse Wonder dan Muse Wonder Full sebagai model AI paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut. Keduanya dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan analisis mendalam, pemecahan masalah, hingga pengembangan produk digital.
Dalam pengumuman resminya, Meta menjelaskan bahwa pengembangan kedua model AI tersebut telah dimulai sekitar 14 bulan lalu. Muse Wonder dan Muse Wonder Full dibangun menggunakan teknologi yang sebelumnya diterapkan pada Muse Spark.
Meta menyebut kedua model ini memiliki kemampuan unggul di sejumlah bidang, termasuk hukum, keuangan, dan kesehatan. Kemampuan tersebut memungkinkan AI membantu pengguna memahami informasi yang rumit, mengolah berbagai dokumen, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data yang tersedia.
Sebagai contoh, pengguna dapat memanfaatkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full untuk membantu mengurus klaim asuransi, memahami isi perjanjian sewa, hingga menganalisis kondisi keuangan. Dengan dukungan AI, berbagai tugas yang biasanya membutuhkan waktu dan pemahaman khusus diharapkan dapat diselesaikan dengan lebih mudah.
Meski demikian, kemampuan tersebut tetap perlu digunakan secara bijak. Untuk persoalan yang membutuhkan keputusan profesional, seperti masalah hukum, diagnosis kesehatan, atau perencanaan keuangan yang kompleks, hasil analisis AI sebaiknya tetap diperiksa oleh tenaga ahli.
Muse Wonder dan Wonder Full Punya Kemampuan Coding Tingkat Tinggi
Selain mendukung pekerjaan analisis, Meta juga menyoroti kemampuan pemrograman atau coding yang dimiliki kedua model AI terbarunya.
Muse Wonder dan Muse Wonder Full diklaim mampu membantu pengguna membuat berbagai produk digital, termasuk aplikasi dan game. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang perangkat lunak untuk mempercepat proses pembuatan produk, mengidentifikasi kesalahan dalam kode, hingga mencari pendekatan alternatif ketika menghadapi kendala teknis.
Kehadiran kemampuan tersebut menunjukkan bahwa Meta ingin mengembangkan AI yang tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga sebagai asisten yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih menyeluruh.
Dalam pengembangan perangkat lunak, misalnya, pengguna dapat meminta AI membantu menulis kode, menjelaskan bagian program yang sulit dipahami, atau mencari penyebab terjadinya kesalahan. AI kemudian dapat membantu menyusun solusi berdasarkan konteks dan kebutuhan yang diberikan.
Kemampuan coding tingkat tinggi juga berpotensi membantu pengembang menghemat waktu dalam proses pengembangan aplikasi. Namun, kode yang dihasilkan AI tetap perlu diuji dan ditinjau untuk memastikan keamanan, ketepatan, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan sistem.
Active Memory Membuat AI Bisa Mengingat Percakapan
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan Meta pada Muse Wonder dan Muse Wonder Full adalah Active Memory. Fitur ini memungkinkan AI mengingat informasi penting mengenai pengguna berdasarkan percakapan sebelumnya. Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak perlu terus-menerus mengulang informasi atau menjelaskan konteks yang sama ketika memberikan instruksi baru.
Sebagai gambaran, pengguna yang sedang mengembangkan sebuah aplikasi dapat memberikan informasi mengenai tujuan proyek, fitur yang dibutuhkan, serta kendala teknis yang sedang dihadapi. Dengan dukungan Active Memory, AI dapat menggunakan informasi relevan dari percakapan sebelumnya untuk membantu melanjutkan pekerjaan.
Kemampuan mengingat konteks ini berpotensi membuat interaksi dengan AI terasa lebih konsisten. Pengguna juga dapat mengurangi waktu yang biasanya diperlukan untuk menjelaskan ulang kebutuhan setiap kali memulai percakapan.
Fitur tersebut menjadi semakin relevan ketika AI digunakan untuk menangani pekerjaan jangka panjang. Proyek pengembangan perangkat lunak, penyusunan dokumen, maupun analisis bisnis biasanya melibatkan banyak tahapan yang saling berkaitan.
Meski demikian, kemampuan mengingat informasi tidak berarti AI selalu memahami seluruh konteks dengan sempurna. Pengguna tetap perlu memeriksa apakah informasi yang digunakan masih relevan dan benar, terutama ketika pekerjaan melibatkan data penting atau keputusan yang berdampak besar.
Active Focus Membantu AI Menyelesaikan Tugas Kompleks
Selain Active Memory, Meta memperkenalkan fitur Active Focus yang dirancang untuk membantu AI tetap melanjutkan pekerjaan ketika menghadapi kesulitan. Melalui fitur ini, Muse Wonder dan Muse Wonder Full dapat mencoba pendekatan lain ketika metode sebelumnya tidak berhasil. AI juga dapat memperbaiki kesalahan yang ditemukan selama proses pengerjaan tugas.
Tidak hanya itu, Active Focus memungkinkan AI meminta penjelasan tambahan atau konfirmasi ulang sebelum melakukan tindakan tertentu. Dengan demikian, AI tidak harus selalu melanjutkan proses secara otomatis ketika menghadapi informasi yang kurang jelas.
Sebagai contoh, ketika diminta membantu menyelesaikan masalah pada kode program, AI dapat mencoba solusi alternatif jika pendekatan awal gagal. Apabila instruksi pengguna belum cukup jelas, AI juga dapat meminta informasi tambahan agar hasil yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan.
Meta mengatakan Active Memory dan Active Focus dikembangkan untuk mendukung agen AI yang mampu membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu panjang.
Kombinasi kedua fitur tersebut berpotensi membuat AI lebih berguna untuk tugas yang terdiri atas banyak tahapan. Active Memory membantu mempertahankan konteks, sedangkan Active Focus mendukung proses pemecahan masalah ketika pekerjaan tidak berjalan sesuai rencana.
Meta Perkuat Keamanan dan Perlindungan Data Pengguna
Di balik kemampuan yang ditawarkan, keamanan menjadi salah satu perhatian utama Meta dalam mengembangkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full.
Hal ini penting karena AI yang membantu menyelesaikan pekerjaan pribadi berpotensi membutuhkan akses terhadap informasi sensitif, seperti pesan, kalender, dan dokumen pengguna. Jika tidak dikelola dengan baik, akses tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap privasi dan keamanan data.
Meta menyatakan telah melatih kedua model agar tidak membagikan informasi pribadi tanpa izin. Muse Wonder dan Muse Wonder Full juga dirancang untuk menolak permintaan yang dapat membantu seseorang melakukan tindakan berbahaya.
Selain melindungi pengguna, Meta mengembangkan kemampuan AI untuk membantu pengembang dan tim keamanan menemukan kelemahan pada kode program. Kemampuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan sistem dan mengidentifikasi potensi kerentanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Meta, pengembangan dan pengujian kedua model telah mengikuti standar keamanan yang ditetapkan dalam Meta Superintelligence Scaling Framework. Perusahaan tersebut juga berencana menerbitkan laporan tambahan yang menjelaskan hasil pengujian keamanan kedua model AI tersebut.
Transparansi mengenai hasil pengujian akan menjadi aspek penting untuk menilai sejauh mana kedua model mampu melindungi data pengguna dan menghadapi berbagai risiko penyalahgunaan. Terlebih, semakin besar kemampuan AI dalam mengakses informasi dan menjalankan tugas, semakin penting pula penerapan batasan akses serta mekanisme pengawasan yang memadai.
Harga dan Ketersediaan Muse Wonder dan Wonder Full
Sebagaimana dihimpun dari Engadget, Muse Wonder saat ini tersedia bagi pengembang melalui Meta Model API dan Muse Code.
Melalui Meta Model API, Muse Wonder ditawarkan dengan tarif 4 dollar AS atau sekitar Rp 71.725 untuk setiap satu juta token input. Sementara itu, penggunaan satu juta token output dikenai biaya 20 dollar AS atau sekitar Rp 358.628.
Token input merujuk pada informasi yang dikirimkan ke model AI, seperti instruksi dan dokumen yang diproses. Adapun token output merupakan teks atau respons yang dihasilkan AI. Dengan skema tersebut, biaya penggunaan dapat berbeda-beda, bergantung pada jumlah informasi yang diproses dan hasil yang dihasilkan model.
Sementara itu, Muse Wonder Full tersedia bagi pelanggan Muse Code melalui dua pilihan paket berbayar. Paket Power Usage dibanderol 50 dollar AS atau sekitar Rp 896.570 per bulan, sedangkan paket Maximum Usage ditawarkan seharga 200 dollar AS atau sekitar Rp 3,5 juta per bulan.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan adanya pilihan penggunaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Namun, pengembang dan perusahaan tetap perlu mempertimbangkan volume penggunaan serta biaya operasional sebelum memilih layanan yang paling sesuai.
Meta juga dikabarkan berencana mengintegrasikan Muse Wonder ke dalam agen AI personalnya yang bernama Muse. Peluncuran integrasi ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengguna berbayar.
Jika rencana tersebut terealisasi, kehadiran Muse Wonder dapat memperluas pemanfaatan AI Meta untuk membantu pengguna mengelola pekerjaan sehari-hari. Dukungan memori percakapan, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan coding berpotensi menjadikan AI sebagai asisten yang dapat menangani lebih banyak tugas.
Pada akhirnya, peluncuran Muse Wonder dan Muse Wonder Full memperlihatkan upaya Meta untuk mengembangkan AI yang tidak hanya mampu menghasilkan jawaban, tetapi juga mendukung penyelesaian pekerjaan yang lebih kompleks. Meski demikian, efektivitas kedua model tersebut akan bergantung pada kemampuan nyata di berbagai skenario penggunaan, keandalan hasil, serta penerapan perlindungan privasi dan keamanan data.
